Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj membeberkan soal karakteristik dan simbol-simbol orang Nahdlatul Ulama (NU) dalam menyiarkan Islam.
Said Aqil menyebut bahwa ada beberapa simbol atau karakteriksik yang mencirikan NU atau santri.
Salah satunya seperti mencium tangan dengan sang kiai atau habib.
“Kalau ada orang dengan kiai atau habib cium tangan, dengan Gus Miftah cium tangan, NU itu, jelas” ucap Said Aqil dikutip terkini.id dari Pikiran Rakyat, Kamis, 21 Oktober 2021.
Selanjutnya, kata Said Aqil, simbol dan karakteristik NU juga dapat dilihat ketika melihat orang menunduk saat jalan di depan orang tua.
- Tanggapi Penetapan Ferdy Sambo Sebagai Tersangka Kasus Penembakan Brigadir J, Said Aqil: Bersih-Bersih Oknum Polri
- Heboh Soal Khilafah, Said Aqil: Khalifah Sudah Tidak Ada Kemampuan!
- Singgung Pembuat Gaduh Negara, Said Aqil: Kata Quran Usir Mereka
- Said Aqid Jadi Komisaris Utama KAI, Menag Yaqut Berterimakasih ke Erick Thohir
- Bandingkan Mudik Wajib Booster dengan Mandalika, Said Aqil: Indonesia Pincang
Ia mengatakan bahwa orang NU tak akan berani lewat depan orang yang lebih tua, kecuali dengan merunduk, itulah orang NU.
“Nggak berani lewat depannya orang tua, dengan merunduk depan kiai, NU itu, santri itu,” tandasnya.
Ketum PBNU itu juga mengatakan bahwa simbol NU atau santri itu juga bisa dilihat ketika seseorang membawa Al Quran.
Ia mengatakan bahwa orang yang berjalan membawa Al Quran yang diletakkan di dada adalah orang NU.
Said Aqil meminta bahwa simbol dan karakteristik itulah yang harus orang NU pelihara.
“Itulah kekayaan simbol kita, kekayaan simbolik harus kita pelihara, harus kita pelihara,” jelasnya.
“Nuwun sewu ya, maaf termasuk kopiah itu NU, simbolnya santri itu pakai kopiah. Tapi sekarang sudah berubah,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
