Makassar Terkini
Masuk

Lembaga Survei Saiful Mujani Sebut Tak Ada Aspirasi Publik Ingin Tunda Pemilu

Terkini.id, Jakarta – Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mengklaim belum ada aspirasi publik yang menginginkan pemilu 2024 ditunda.

Ataupun dukungan terhadap wacana penambahan masa jabatan presiden hingga tiga periode.

Rata-rata menginginkan tetap menjaga iklim demokrasi yang sehat.

“Kalaupun ada, itu bukan aspirasi yang umum di dalam masyarakat kita. Aspirasi umum adalah sebaliknya, menolak penundaan pemilu dan tiga periode pak Jokowi,” ujar pendiri SMRC Saiful Mujani dalam chanel youtube SMRC TV dilansir dari beritasatu.com, Kamis 17 Maret 2022.  

Data yang ada memang menunjukkan mayoritas publik puas dengan kinerja Presiden Jokowi. Namun kondisi tersebut bukan berarti mereka ingin menabrak aturan dengan menambah jangka waktu menjabat.

Namun Saiful menduga data kepuasan tersebut ditafsirkan oleh beberapa politikus untuk menambah masa jabatan pejabat.

Menurut analisisnya, publik yang puas dengan kinerja Jokowi terdapat 83 persen yang menolak perpanjangan penundaan pemilu. Lalu yang tidak puas dengan kinerja presiden, ada sebanyak 86 persen yang tidak setuju penundaan.

“Jadi, tidak beda terlalu jauh. Bedanya hanya tiga persen. Sama-sama diatas 80 persen. Artinya apa? Artinya puas (terhadap kinerja presiden) tidak berarti melanggar konstitusi,” ujar Saiful.

Jadi masyarakat saat ini sudah cukup taat dengan kesepakatan konstitusi yang dibangun oleh para pendahulu.

Bukan diubah sesuai dengan kondisi yang menguntungkan ego politik suatu kelompok tertentu.

“Oleh karena itu, bisa jadi masyarakat menilai untuk keberlangsungan kepemimpinan, bisa jadi ada pemimpin yang lebih baik. Terbuka kemungkinan-kemungkinan untuk semacam itu atau bisa juga lebih buruk,” jelas Saiful.

Lebih lanjut ia pun cukup yakin dengan tumbuhnya budaya konstitusional di kalangan masyarakat Indonesia.

Dengan menjadikan aturan sebagai pedoman dalam bernegara.

“Bahwa walaupun kinerja pemerintah bagus tetapi kalau konstitusi menetapkan dua periode, maka tidak boleh ada perpanjangan periode lagi,” sambungnya.