Program ini dirancang untuk mengubah pendekatan penanggulangan bencana yang selama ini lebih berfokus pada respons pascabencana menjadi pendekatan preventif melalui peningkatan kapasitas masyarakat sejak usia dini.
“Ketika anak-anak memahami risiko bencana, mengetahui cara menyelamatkan diri, dan mampu bertindak tepat saat keadaan darurat, maka kita sedang membangun budaya aman bencana yang akan bertahan hingga mereka dewasa,” ungkap Fadli.
Melalui SALAMA, anak-anak diperkenalkan pada berbagai pengetahuan dasar mengenai kebencanaan dengan metode yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan jenis dan risiko bencana, simulasi penyelamatan diri saat keadaan darurat, pengenalan alat keselamatan, permainan edukatif, hingga penguatan mental dan psikologis melalui metode Hypno-Shield.
Pendekatan tersebut membuat proses pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga membentuk keterampilan praktis yang dapat diterapkan ketika menghadapi situasi darurat.
- Seleksi Pimpinan BAZNAS Makassar Libatkan BAZNAS RI, Pemkot Pastikan Berjalan Objektif dan Transparan
- Satgas Ops Pekat Polres Jeneponto Tangkap Dua Pencuri Cengkeh, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu
- Ramadhipa Raih 9 Poin di Jerez, Jaga Peluang Perebutan Gelar Moto3 Junior
- Dinsos Jeneponto Tak Tahu Menahu Dugaan Pemalsuan Dokumen, Pastikan tidak Terlibat Teknis Penyaluran BLT Kesea
- Dipusatkan di Ruas Bua-Rantepao, Gubernur Sulsel Groundbreaking MYP Paket 6 untuk 20 Ruas Jalan
“Dengan demikian, anak-anak tidak hanya memahami ancaman bencana, tetapi juga memiliki kemampuan untuk merespons secara tepat dan aman,” tuturnya.
Keberhasilan implementasi SALAMA sebelumnya telah mendapat pengakuan melalui penghargaan Innovative Mayor Award (IMA) 2025.
Capaian tersebut menjadi motivasi bagi BPBD Kota Makassar untuk terus menyempurnakan inovasi agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Fadli menilai investasi terbesar dalam penanggulangan bencana adalah membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini. Karena itu, sekolah menjadi salah satu ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan dan mitigasi bencana kepada generasi muda.
Saat ini, SALAMA telah diterapkan di 30 sekolah yang tersebar di tujuh kecamatan rawan bencana di Kota Makassar. BPBD menargetkan perluasan implementasi hingga menjangkau 100 sekolah sepanjang 2026.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
