Terkini, Makassar – Angin kencang yang menyertai hujan deras pada Jumat lalu mengakibatkan 13 rumah di Makassar mengalami kerusakan. Sebagian besar mengalami rusak ringan, namun satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat, rumah-rumah yang terdampak tersebar di tiga kecamatan: Biringkanayya, Panakkukang, dan Ujung Pandang. Sebanyak 19 kepala keluarga terpaksa menghadapi dampak dari bencana ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Hendra Hakamuddin, menyatakan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Bantuan tersebut berupa terpal untuk menutupi atap rumah yang rusak serta perlengkapan bayi bagi keluarga yang membutuhkan.
“Sejak Jumat kemarin, kami sudah mendistribusikan bantuan awal, seperti terpal untuk membantu warga menghadapi dampak kerusakan akibat angin kencang,” ujar Hendra, Senin, 10 Februari 2025.
- Kabupaten Jeneponto Diguncang Dua Peristiwa Kebakaran Dalam Sehari, 1 Warga Meninggal Dunia
- Lanjutan Kasus Pungli hingga Miliaran di Dinas Perkimtan Gowa, Giliran Ketua Kadin Diperiksa di Polres
- Ketua DPRD Sulsel Siap Kawal Aspirasi BADKO HMI Sesuai Kewenangan Pemerintah
- RISE Antar Makassar ke Panggung Dunia, Raih WRI Ross Center Prize for Cities 2025--2026
- Melihat Bagaimana Politik Mempengaruhi Akses dan Keadilan dalam Sistem Kesehatan di Indonesia
Ancaman Rob di Pesisir Makassar
Selain hujan deras dan angin kencang, masyarakat pesisir Makassar juga dihadapkan pada ancaman banjir rob. Hendra menjelaskan bahwa berdasarkan peringatan dini yang dikeluarkan sejak 8 Februari pukul 15.00 WITA hingga 11 Februari pukul 22.00 WITA, akan terjadi pasang maksimum yang dipengaruhi fase Bulan Purnama pada 12 Februari 2025.
Kondisi ini diperparah dengan potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat di sepanjang pesisir barat Sulawesi Selatan. Kombinasi pasang laut dan curah hujan tinggi dapat meningkatkan risiko banjir rob di beberapa titik rawan.
“Kepada masyarakat di pesisir Kota Makassar, harap waspada terhadap potensi bencana ini,” imbau Hendra.
Nelayan dan Wisatawan Diminta Berhenti Beraktivitas
Dalam menghadapi cuaca ekstrem ini, BPBD juga mengeluarkan peringatan bagi nelayan agar tidak melaut untuk sementara waktu. Wisatawan yang berencana mengunjungi pantai diimbau untuk menunda perjalanan guna menghindari risiko tinggi akibat gelombang besar.
“Ada beberapa tanggal dan waktu yang menjadi atensi bagi nelayan untuk tidak beraktivitas di laut. Begitu juga bagi masyarakat yang ingin berwisata di pantai, sebaiknya dihindari dulu,” tambah Hendra.
BPBD Kota Makassar terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat. Hendra berharap, dengan peringatan ini, masyarakat dapat mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.
Sejauh ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat bencana tersebut. Namun, dampak yang ditimbulkan tetap menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem di Makassar harus diantisipasi dengan lebih baik.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
