Terkini.id, Makassar – Menyambut malam pergantian tahun baru, Telkom Makassar bangun sinergi dengan Pengurus Nahdatul Ulama Kota Makassar gelar Dzikir dan Dialog Keagamaan akhir tahun.
Kegiatan ini, turut berpartisipasi, Pengurus Lembaga dan Lajnah, Badan Otonom NU Makassar yang dilaksanakan di Masjid Nurul Imam Telkom, Jalan Petterani, Makassar, Selasa, 31 Desember 2019 malam.
Tak hanya pengurus NU Makassar, ratusan masyarakat jamaah hadir, dzikir dan doa bersama, yang kemudian dilanjutkan dengan Dialog Keagamaan dibawakan olah Wakil Rektor 4 UIN Alauddin, Dr.H. Kamaluddin Abunawas.
Selain itu, hadir pula, Executive Vice President Telkom Makassar, Aris Dwi Tjahyanto, Ketua Majelis Taklim Telkom Group H. Hamka Karim, Ketua MUI Kota Makassar sekaligus Rais Syuriyah PCNU Kota Makassar KH. Baharuddin HS.
Kegiatan ini dengan mengangkat sebuah tema ‘ Bermuhasaba untuk Hidup yang Lebih Bermakna’, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Makassar KH. Kaswad Sartono mengatakan bahwa kegiatan tersebut, bagian dari perwujudan visi khidmahnya untuk melayani umat.
- Calon Peserta Didik SMKN 6 Makassar Lakukan Tes Kesehatan Jelang SPMB 2026
- Akhir Masa Pengabdian, TMMD ke-128 Jeneponto Resmi Ditutup, Hasil Pembangunan Diserahkan ke Pemda
- Asmo Sulsel Kembali Gelar Technical Skill Contest 2026, Cari Mekanik dan Service Advisor Terbaik
- Astra Motor Sulsel Fokus Tingkatkan Kompetensi SDM AHASS Lewat Technical Skill Contest
- Satresnarkoba Polres Jeneponto Ringkus Pengguna Sabu di Jalan Boro, Amankan Barang Buktinya
“Sebagai perwujudan dalam berkhidmat melayani umat, seperti acara dzikir dan dialog keagamaan malam ini dan juga mengaktifkan lembaga-lembaga NU, seperti dengan bersih-bersih masjid,” katanya dalam sambutannya.
Sementara itu, Ir. H. Hamka Karim, Msc Pengurus Takmir masjid Nurul Iman Telkom sekaligus ketua MTTG, mengapresiasi kegiatan positif dengan bekerjasama NU Kota Makassar yang banyak dihadiri millenial.
Disesi dialog, Dr. Kamaluddin Abunawas mengingatkan, instrospeksi keagamaan, yang seharusnya dalam mengaplikasikan agama Islam berarti mengintegrasikan, iman, Islam dan Ihsan secara utuh.
“Kita banyak menitipkan beratkan hanya pada iman dan Islam, berusaha agar iman kita sempurna, Islam kita paripurna, tapi terkadang kita melupakan Ihsan yaitu berbaik secar ihklas, melakukan kebaikan seolah-olah kita melihat Allah,” jelas Dr. Kamaluddin Abunawas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
