Saudi Tutup Pintu Umrah, AMPHURI Harapkan Jemaah Reschedule Jadwal Keberangkatan

Terkini.id, Jakarta – Kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang memutuskan menangguhkan sementara kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya, berimbas ke aktivitas bisnis umrah di Indonesia.

Kebijakan tersebut membuat pelaku travel harus membatalkan rencana memberangkatkan sejumlah jemaaahnya yang terlanjur dijadwalkan dalam beberapa waktu kedepan.

Seperti diketahui, Kerajaan Arab Saudi memilih menutup sementara pintu masuk ke negaranya demi menjamin warganya tidak terjangkit virus corona yang mematikan.

Seperti diketahui, virus tersebut telah menjangkiti sejumlah warga di negara-negara teluk, hingga Eropa dan Asia.

Menanggapi kebijakan tersebut, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (AMPHURI), mengimbau para travel anggotanya untuk mengupayakan agar jemaah tidak perlu melakukan pembatalan atau refund dengan meminta dananya kembali.

Sejumlah jemaah yang sudah terlanjur menyetorkan dana untuk berangkat umrah ke perusahaan travel penyelenggara umrah, diharapkan memahami kondisi ini dengan bersabar serta bertawakkal.

Ketua Umum Amphuri, Joko Asmoro mengungkapkan, salah satu solusi yang ditawarkan kepada calon jemaah umrah yaitu penjadwalan ulang.

Dia mengatakan, solusi reschedule masih akan mungkin terjadi. Namun ia mengakui jika ingin melakukan refund atau pembatalan, maka itu bukan hal yang mudah.

“Tentunya kita berharap penyelenggara umrah bila ada jemaah yang batal tetap diurus proses pembatalannya, mohon dimaklumi bahwa pembatalan tidak mudah,” terang dia seperti dikutip dari kumparan.

Joko menambahkan, uang para calon jemaah umrah sudah berada di pihak-pihak terkait seperti maskapai dan hotel di Arab Saudi. Proses pergantian jadwal maupun pembatalan membutuhkan waktu yang lama.

“Paling cepat dua bulan kali ya, tergantung juga dengan pihak-pihak terkait,” imbuhnya.
Namun ia memastikan pihaknya akan terus membantu para calon jemaah umrah untuk melakukan penjadwalan ulang. Joko pun mengakui potensi kerugian sangat besar dalam pembatalan keberangkatan.

“Sekitar 150 ribu sampai 200 ribu jemaah umrah yang akan tertunda,” ucapnya.

Sementara itu, di Sulawesi Selatan, AMPHURI mencatat sebanyak 290 jemaah yang sedianya akan diberangkatkan selama 1 Maret hingga 15 Maret 2020 mendatang. Dengan kebijakan Arab Saudi tersebut, mau tidak mau semuanya terancam direschedule.

Komentar

Rekomendasi

Jurnalis Peduli Kemanusiaan Galang Donasi Bantu Tenaga Medis

Amien Rais Mau Bikin Partai Baru Usai Kalah di Kongres, Ini Kata Putranya

Waspada, Modus Penipuan ‘Catut Nama dan Foto’ Karyawan Perusda Sulsel di Tengah Wabah Corona

Kabar Gembira, 5 Pasien Covid-19 di Makassar Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik: PLN Siap Gratiskan dan Beri Diskon Tarif Listrik di Tengah Corona

Beredar Video Warga di Makassar Tolak Pemakaman Jenazah karena Takut Corona

Parkir Sembarangan, Pria Ini Tendang Mobil Tetangga Hingga Penyok

PMI Makassar Bersama Aparat Polri Gencarkan Penyemprotan Disinfektan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar