Sebelum Jadi YouTuber Sukses dan Kaya Raya, Kehidupan Atta Halilintar Ternyata Menyedihkan

Atta Halilintar. (Foto: merdeka)

Terkini.id – Bagi penggemar YouTube tanah air, nama Atta Halilintar pastinya sudah tak asing lagi. Tak hanya beken di Indonesia, YouTuber ini bahkan tercatat sebagai YouTuber paling sukses di Asia.

Menjadi YouTuber paling hits, tentunya kekayaan juga didapatkan oleh Atta. Namun siapa sangka, putra pertama dari keluarga fenomenal Halilintar itu pernah menjalani kehidupan serba susah sebelum dirinya seperti saat ini.

Bahkan dulunya sebelum sukses menjadi YouTuber, Atta sempat menjalani kehidupan yang menyedihkan. Ia harus berjuang dan bekerja keras demi bertahan hidup.

Hal itu terungkap saat dirinya tampil di program Okay Bos dari Trans 7. Dilansir dari Kompas, Jumat 14 Juni 2019, Atta menceritakan kisah kehidupannya 10 tahun lalu yang serba sulit tersebut.

“Aku dulu jual simcard, aku sampai pernah post di Instagram foto aku 10 tahun lalu masih dagang di terminal-terminal. Simcard, jual (kartu) perdana,” kata Atta dalam video berjudul “Kisah Sedih Atta Halilintar”, seperti dikutip dari kanal YouTube Trans7 Official.

Atta menceritakan, ketika itu usaha orangtuanya sedang mengalami penurunan sehingga terpaksa menjadi kurir di Negeri Jiran, Malaysia. Namun, penghasilan mereka, menurut Atta, tak cukup karena harus menghidupi sembilan anak.

Oleh karena itu, ia memutuskan berdagang apa saja termasuk simcard untuk membantu orangtuanya menjadi tulang punggung keluarga.

“Kalau bicara momen-momen susah tuh aku agak-agak terenyuh sih. Dulu pernah sampai orangtua aku tuh kerja, tapi habis itu enggak tahu mau ngasih makan apa anaknya pada malam hari,” kata Atta.

Bahkan terkadang, kata Atta, mereka sekeluarga makan satu dulang nasi, namun dengan hanya satu buah telur. Padahal anggota keluarga Halilintar berjumlah 11 orang.

Hidup susah, Atta sampai rela menampung makanan sisa dari supermarket

Atta Halilintar
Atta Halilintar. (Foto: fimela)

Merasa prihatin dengan kondisi keluarganya, terbersit ide di kepala Atta untuk menampung makanan sisa yang dijual di supermarket dekat kediaman mereka.

“Kan di bawah itu ada supermarket. Tiap malam, mereka pasti buang ayam bakar atau roti atau apa pun itu ke dalam plastik dan habis itu dibuang ke tong sampah. Nah, aku punya ide, gimana sebelum makanan itu ke tong sampah, aku ambil, biar adik-adik aku bisa makan enak,” ungkap Atta.

“Dan orang enggak tahu cerita ini. Orang tahunya Atta Halilintar lahir dari anak orang kaya, sudah senang dari lahir. Padahal orang enggak tahu behind the story kenapa gue punya semangat kayak gini. (Orang tahunya) gue enggak pernah susah atau gue enggak pernah berjuang. Mungkin orang hanya bilang ini orang instan,” sambungnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini