Makassar Terkini
Masuk

Sebut Dudung Tak Punya Kemampuan Militer Cukup, Helmi: Kalo Pimpin Langsung di Lapangan, Bisa Habis Disapu KKB

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Helmi Felis menilai bahwa Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman tidak memiliki kemampuan yang cukup di militer.

Helmi Felis menyindir bahwa jika Jenderal Dudung memimpin langsung di lapangan, ia bisa kalah oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Hal ini ia sampaikan saat merespons berita soal Jenderal Dudung yang diharapkan fokus mengurus keselamatan prajurit ketimbang mengurus radikalisme.

“Mana punya dia kemampuan itu, sudah suruh ngurusi musuh fiktif aja,” kata Helmi Felis melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 27 Maret 2022.

“Kemampuannya tidak cukup di militer (akademi/empiris). Kalo pimpin langsung lapangan bisa habis disapu KKB,” sambungnya.

“Main-main aja di Cafe ngopi, sesuai lagu yang diciptakannya, kasian,” katanya lagi.

Dilansir dari berita RMOL yang ditanggapi Helmi Felis, Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam meminta Jenderal Dudung fokus mengurus keselamatan prajurit ketimbang mengurus radikalisme.

Hal ini disampaikan Saiful Anam saat menanggapi soal KKB Papua yang yang menyerang Pos Satgas Mupe TNI AL di Kware Bawah, Kampung Traslala, Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua yang menewaskan satu prajurit dan 10 prajurit lainnya luka-luka pada Sabtu, 26 Maret 2022.

“Mestinya Dudung lebih fokus mengurus keselamatan prajurit di Papua daripada mengurus radikalisme, yang hal tersebut sudah ada lembaga khusus yang menangani,” ujar Saiful pada Minggu, 27 Maret 2022.

Ia mengingatkan bahwa jika masalah KKB Papua ini dibiarkan berlarut-larut, maka rakyat bisa menilai Jenderal Dudung gagal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Ia menyimpulkan hal ini karena Jenderal Dudung awalnya menyatakan akan mengedepankan langkah soft.

Namun, langkah tersebut tidak berhasil dengan sebab masih ada serangan demi serangan di Papua yang semakin menjadi-jadi.

“Ini tentu menjadi pekerjaan serius bagi Dudung untuk menyelesaikan ini semua, karena kalau tidak maka publik akan mencatat kegagalan Dudung sebagai KSAD,” pungkas Saiful Anam.