Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Bachrum Achmadi menyoroti cara kerja Menteri di kabinet kerja Jokowi. Bachrum menilai bahwa kabinet kerja Jokowi lemah karena tidak mampu mengatasi permasalahan minyak goreng.
Hal ini disampaikan Bachrum Achmadi karena prihatin dengan permasalahan minyak goreng yang telah menjadi polemik selama beberapa bulan terakhir.
“Menurutku kabinet pak Jokowi itu lemah. Buktinya kendalikan harga minyak goreng aja ga mampu. Padahal kebun sawit berlimpah”, tulis Bachrum, dikutip dari keterangan tertulisnya, Jumat 29 April 2022.

Bachrum menilai kemampuan yang dimiliki kabinet kerja Jokowi hanya menaikkan harga-harga dan pungut sana-sini.
“Keahlian kabinet Pak Jokowi itu menaikkan harga-harga dan pungut sana-sini. Ada yang mau bantah?”, tulisnya lagi.
- Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat Ingatkan Jokowi Soal Jasa Partai NasDem
- Djarot Minta NasDem Keluar Dari Kabinet Jokowi, Johnny G Plate: Presiden Dadakan
- Politikus PDIP Prediksi Syahrul Yasin Limpo Akan Didepak Dari Kabinet Jokowi
- Beberapa Menteri Dipanggil ke Istana, Dua Diantaranya Dikabarkan Akan Diganti
- Isu Reshuffle Kabinet Menguat pada 15 Juni 2022, Begini Tanggapan Istana
Sebelumnya, Jokowi mengaku bahwa serangkaian kebijakan yang diambil pemerintah untuk menurunkan harga minyak goreng gagal.
“Saya sebagai presiden, tak mungkin membiarkan itu terjdi. Sudah 4 bulan kelangkaan berlangsung dan pemerintah sudah mengupayakan berbagai kebijakan, namun belum efektif”, kata Presiden Jokowi, dikutip dari laman CNN Indonesia.
Gagalnya kebijakan menurunkan harga minyak goreng membuat presiden Jokowi mengambil langkah untuk melarang ekspor bahan baku minyak goreng di seluruh wilayah tanah air.
Dia kemudian mewanti-wanti para pelaku usaha minyak goreng untuk lebih melihat permasalaan yang dihadapi saat ini dengan lebih jernih dan lebih baik.
Kendati demikian, Jokowi mengatakan bahwa sebetulnya kebutuhan minyak goreng dalam negeri sangat mudah terpenuhi, terlebih kapasitas produksi bahan baku minyak goreng jauh lebih besar dari kebutuhan dalam negeri.
“Prioritaskan di dalam negeri, penuhi kebutuhan rakyat. Semestinya kalau melihat kapasitas produksi, kebutuhan dalam negeri bisa dengan mudah tercukupi”, kata Jokowi.
Jokowi kemudian berjanji untuk mencabut kebijakan melarang ekspor bahan baku minyak goreng keluar negeri apabila kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi.
“Begitu kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi, tentu saya akan cabut larangan ekspor karena saya tau negara perlu pajak, negara perlu devisa, negara perlu surplus neraca perdagangan, tapi memenuhi kebutuhan pokok masyarakat adalah hal yang lebih penting”, tambahnya.
Seperti diketahui, harga minyak goreng melonjak tajam dari Agustus 2021 dengan harga awal Rp 14.000 per liter, kini naik menjadi Rp. 20.000 perliter. Upaya pemerintah telah banyak dilakukan untuk menstabilkan harga, namun hingga saat ini belum ada satupun kebijakan itu yang berhasil dan dirasakan oleh rakyat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
