Masuk

Sebut Mahasiswa Pendemo Tolak BBM Tidak Belajar Adab, Kombes Setyo: Kayak Komandan Saja!

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Seorang perwira dengan pangkat tiga bunga melati Kombes Setyo Koes Heriyanto belum lama ini menuai sorotan publik.

Dimana sorotan tersebut tertuju padanya perihal pernyataan yang lontarkan kepada para mahasiswa pasca menjaga aksi demonstrasi mahasiswa yang melakukan penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Diketahui Kejadian bermula saat negosiasi antara mahasiswa dan pihak kepolisian.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Jokowi Himbau Jangan Ada Gesekan Sosial dan Adu Domba Politik

Pihak mahasiswa saat itu meminta untuk bisa menuju Istana Negara untuk bertemu Presiden Jokowi, menyampaikan tuntutannya tentang penolakan kenaikan harga BBM. 

Namun saat itu dihembuskan kabar jika Jokowi sedang berada di Papua. Dikutip dari Suaracom. Jumat 16 September 2022.

Mahasiswa pun makin ingin merangsek masuk menuju istana untuk mengecek kebenaran tersebut.

Baca Juga: Harapan Jokowi dalam Acara Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah

“Tanggal 8 September kemarin pas kami demo pertama Jokowi pulang lewat belakang. Sekarang kita demo kedua katanya ke Papua. Kalau Presiden gak ada, kan ada Wakilnya,” teriak orator dari atas mobil.

Selain dari itu, Mahasiswa dari BEM SI berada di depan barikade kawat saat aksi tolak BBM naik di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.

Lantas pada Saat itu, Setyo berupaya meredam mahasiswa dengan menyebut jika pihak Kantor Staf Kepresidenan, bisa menggantikan Jokowi untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Setelah menuju kesepakatan, Setyo menyebut Abraham Wirotomo akan menemuinya.

Baca Juga: Viral, Seorang Wanita Cegat Mobil Presiden Jokowi di Bali

“Kamu udah kayak komandan saya aja kamu,” hardik Setyo.

“Tenang pak,” kata mahasiswa lain coba menenangkan.

“Mundur kamu. Belajar adab gak kamu,” imbuh Setyo kesal.

Tak hanya itu, kata binatang serta sumpah serapah juga keluar dari mulut Setyo

Mendengar umpatan Setyo, massa mahasiswa pun sedikit terpancing emosi. Namun ada pula yang menenangkan suasana.

“Tenang pak gak usah nge-gas,” ucap mahasiswa.

Akhirnya kericuhan bisa diredam, saat Tenaga Ahli KSP, Abraham Wirotomo muncul di hadapan mahasiswa.