Terkini, Makassar – Sekretaris Komisi E DPRD Sulsel, Dokter Fadli Ananda menyayangkan sejumlah rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengalami kekurangan obat.
Hal itu dikarenakan, pengadaan barang dan jasa (Barjas) yang dikeluarkan Pemprov Sulsel berubah-ubah.
Adapun RS milik Pemprov Sulsel yang mengalami kekurangan obat diantaranya, RS Labuang Baji, Haji, Dadi, Fatimah, Pertiwi, dan RS Gigi dan Mulut.
Sekretaris Komisi E DPRD Sulsel, Dokter Fadli Ananda mengusulkan agar setiap Barjas provinsi untuk standby di setiap RS.
“Harus seperti itu. Karena keselamatan pasien paling utama,” ujar Fadli Ananda, Kamis 29 Mei 2025.
- Terpilih Aklamasi, H. Irfan Darmawan NM Pimpin IBCA MMA Kota Makassar
- BPJS Ketenagakerjaan Apresiasi Inovasi Makassar Berjasa, 1.005 Agen PERISAI Resmi Bertugas
- Milad ke-63, Unismuh Makassar Mantapkan Langkah Menuju 1.000 Kampus Terbaik Dunia
- Nyaman, Aman, dan Praktis, Hyundai New CRETA Jawab Kebutuhan Mobilitas Urban di Makassar
- BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkot Makassar Hadirkan Program Makassar Berjasa untuk 81.500 Pekerja Rentan
Ia khawatir dengan kebijakan berubah-ubah yang dikeluarkan oleh pemerintah akan terganggu terhadap pelayanan kesehatan.
“Terlambat sedikit berbahaya. Sedangkan pengadaan barang di setiap RS harus perbulan,” tutur politisi dari PDIP ini.
“Selama ini, prosesnya yakni barjas internal ke tim vendor.Tapi sekarang sudah berubah yaitu dari Bappeda selanjutnya ke barjas provinsi,” ucapnya.
Dengan adanya kebijakan tersebut, berdampak pada lambatnya pelayanan ke sejumlah rumah sakit milik pemerintah provinsi sehingga stok obat terbatas.
Mendapat informasi seperti itu, pihaknya melakukan sidak ke salah satu rumah sakit yaitu RS Labuang Baji pada Rabu 28 Mei 2025.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
