Sekdaprov Sulsel Menguji Seminar Akhir Peserta Uji Kompetensi Fungsional

Terkini.id – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulsel Abdul Hayat menguji seminar Akhir peserta Uji kompetensi fungsional perencana ahli utama dilakukan secara virtual zoom meeting yang berlangsung di Baruga Lounge, kantor gubernur Sulsel, Selasa 17 Mei 2022.

Dalam kesempatan itu, Abdul Hayat menyampaikan rasa terima kasih kepada Kepala Pusat Pembina Pendidikan, dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren Bappenas) Dr Guspika yang telah memfasilitasi peserta ujian dari saudara Iwan Asaad selaku Sekda Kota Parepare.

Kemudian Hayat menyampaikan, rasa terimakasih kepada Pak Iwan Asaad yang punya niat untuk pindah ke Fungsional karena ini Kebijakan Pemerintah dan itu adalah kebijakan nasional.

Baca Juga: Tak Ada Penerimaan CPNS, BKD Sulsel Pastikan Penerimaan ASN Tahun...

Menurutnya, apa yang telah ditulis tentang kepariwisataan ini, tentulah Pemprov Sulsel setelah ini fokus kepada Covid-19 dan setelahnya itu akan diperkuat oleh investor dan investasi.

“Pariwisata ini memang adalah program nasional, di Sulsel sendiri ada tiga hal yang menjadi prioritas yakni Toraja, Makassar, dan Takabonerate yang ada di Selayar. Dan saya berterima kasih atas itu. Karena, ada saja calon peneliti yang konsen ke situ dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” ungkap eks Direktur Kementerian Sosial Bidang Penanggulangan Kemiskinan itu.

Baca Juga: Sekprov Sulsel Lepas Kontingen Kormi Sulsel ke Ajang Fornas Palembang

Lanjut, Hayat, bayangkan jika itu industri pariwisata terkait dengan investasi maka itu adalah meningkatkan angkatan kerja, angkatan kerja naik, tentu penanggulangan kemiskinan akan muncul, dan kesejahteraan akan terjawab sebagaimana UUD 1945 melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

“Saya yakin dan percaya pak Iwan Asaad mengambil judul ini, insya Allah produktif. Karena memang potensi alam di Sulawesi Selatan ini sangat menjanjikan untuk pariwisata, apalagi kebijakan kementerian pariwisata adalah satu desa satu pariwisata,” terangnya.

Untuk itu, kata Hayat dirinya, mengingatkan kepada Iwan Asaad selaku Sekda Kota Parepare ini, yang terpenting adalah menjawab rumusan masalah dengan tuntas tidak setengah-setengah.

Baca Juga: Sekprov Sulsel Lepas Kontingen Kormi Sulsel ke Ajang Fornas Palembang

Karena kata Hayat, kebijakan Pemprov Sulsel dimana dulu Bappeda sekarang menjadi Bappelitbangda. 

“Karena kita ingin dapurnya di situ eksekusi di situ, karena kita ingin semua program berbasis riset. Tidak mencoba-coba, tetapi ini akan menjadi efektif dan efisiensi di suatu kegiatan yang tidak menjadi daftar keinginan akan tetapi menjadi sebuah kebutuhan masyarakat,” katanya.

“Karena begitu ada kajian, saya ingin tampil perencana, peneliti, dan ahli utama untuk tampil kedepan. Sebelum gubernur ngomong permasalahan harusnya anda nanti yang berbicara terlebih dahulu. Sehingga tidak salah mengambil langkah-langkah strategis,” tandasnya.

Iwan Asaad yang membawakan topik tentang pengembangan kepariwisataan berbasis digital di Sulawesi Selatan. Menurutnya, perkembangan dan peradaban saat ini, terkait dengan issue digital ini merupakan issue yang sangat sentral dan mengglobal.

Jika melihat dari revolusi industri dari 1.0 sampai 4.0 ia melihat perkembangan peradaban kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dan mendasar bahkan ini diperkirakan telah mampu digantikan sumber pendapatan dan kemajuan ekonomi di negara.

“Dari topik ini, kami mencoba mengambil rumusan masalah ada dua. Apa sajakah yang jadi faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam mewujudkan kepariwisataan berbasis digital di Sulawesi Selatan,” ucapnya.

Kemudian, kedua adalah bagaimana model kebijakan yang akan dilakukan dalam mewujudkan pengembangan kepariwisataan berbasis digital di provinsi Sulawesi Selatan.

“Inilah topik yang akan kami bedah dengan analisis dan metodologi yang akan kami jelaskan lebih lanjut, sehingga kerangka berpikir yang coba kami hadirkan. Bagaimana melihat pertumbuhan ekonomi yang kami jelaskan terkait hadirnya digitalisasi. Sehingga program smart tourism sebagai salah satu jawaban untuk digitalisasi di Sulsel akan penting untuk dilakukan penerapan sesuai dengan perkembangan dunia terkait globalisasi saat ini,” ungkapnya.

Bagikan