Masuk

Sekdaprov Sulsel Sesalkan Beberapa Rute Teman Bus Trans Maminasata Belum Maksimal

Komentar

Terkini.id – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat pimpin langsung rapat soal Teman Bus Trans Maminasata. 

Rapat tersebut, dihadiri juga perwakilan pemerintah kota Makassar, pemerintah Kabupaten Gowa, pemerintah kabupaten Maros, perwakilan Kementerian Perhubungan RI, dan seluruh hadirin lainnya. 

“Saya kira sama-sama kita mensyukuri bertemu semata-mata untuk akselerasi antara kabupaten kota dan provinsi,” ungkap Abdul Hayat dalam sambutannya, Kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Kamis 22 September 2022. 

Baca Juga: Naoemi Octarina Hadiri Rakornas PKK, Iriana Jokowi Harap Bekerja Dengan Ikhlas

Menurut Abdul Hayat, harusnya memang yang di undang kita perluas memang sampai ke Takalar, Maros. Pasalnya, memang terkait dengan Maminasata supaya mendengar juga seperti apa bentuk yang optimal mensukseskan program pemerintah pusat, terutama teman bus trans Maminasata yang merupakan layanan.

“Teman-teman sekalian sebenarnya kita melihat agenda rapat ini dalam istilah perhubungan yaitu optimalisasi. Jadi memang masih ada beberapa hal yang perlu dimaksimalkan berkaitan dengan efektivitas pelayanan teman bus ini di Kota Makassar,” jelas Abdul Hayat. 

Untuk itu, kata Abdul Hayat, apa yang kita inginkan adalah salah satu kesuksesan kabupaten kota dan provinsi, jika mampu mengawal kebijakan strategis nasional.

Baca Juga: DPRD-Pemprov Sulsel Teken Persetujuan APBD Tahun 2023

“Salah satu strategi nasional UN ni bagaimana meringankan beban teman-teman kita dengan layanan teman bus trans Maminasata,” lanjutnya. 

Lebih lanjut, ia sesalkan kalau ada beberapa rute yang belum maksimal, tentu kita butuh pemikiran-pemikiran gagasan ide inovasi untuk mempercepat ini.

Sehingga tidak bersinggungan satu sama lainnya, misalnya ketika kebijakan nasional terkait teman bus bersamaan dengan penolakan yang muncul sehingga kita harus mencari titik keseimbangan disitu, apa yang kita harapkan bisa terjadi. 

“Yang jelas ini dari pengguna kendaraan pribadi ke penggunaan kendaraan massal, hal yang seperti ini butuh proses juga sehingga apa yang ada sekarang ini perlu ditujukan,” katanya.