Terkini.id, Makassar – UKI Paulus Makassar Sulawesi Selatan berhasil masuk dalam 110 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari 4000 PTS di seluruh Indonesia, yang menerima dana Hibah Penelitian dalam Program Penelitian Kebijakan MBKM dari Ditjen Diktiristek tahun 2021 dengan total dana sebesar 1,3 Milyar.
Sebagai bukti atas masuknya sebagai penerima dana hibah ditandai dengan penandatangan kontrak dilakukan di Jakarta pada 12 Desember 2021 lalu oleh Rektor UKI Paulus, Prof. Dr. Agus Salim, S.H., M.H yang diselenggarakan oleh Ditjen Diktiristek.
Diketahui bahwa tahun ini, UKI Paulus Makassar berada di urutan 66 dari 110 PTS yang lolos pada hibah tersebut.
Ketua Peneliti Dr. Atus Buku, S.T., M.T mengatakan pemanfaatan limbah cangkang kepiting sebagai adsorben logam berat merupakan salah satu penelitian yang didanai melalui hibah tersebut.
“Penelitian Multi Disiplin ini melibatkan Dosen dan mahasiswa dari tiga Program Studi (PS) yaitu Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Akuntansi UKI Paulus,”ujarnya.
- Rektor UKI Paulus Acungi Jempol Andi Sudirman Sulaiman, Apresiasi Semua Pendeta dan Pendiri Kampus
- Jalankan Program Kemitraan Kemendikbud, Dosen UKI Paulus Gelar PkM di Desa Lembang Mesakada
- Tim Peneliti UKI Paulus Makassar Teliti Limbah Cangkang Kepiting sebagai Adsorben Logam Berat
- Surat Pemanggilan Ombudsman Diabaikan, Rektor UKIP: Tidak Ada Masalah
- Mahasiswa KKN-PPM UKI Paulus Kembangkan Teknologi Distribusi Air Bersih di Toraja Utara
Penelitian yang memperoleh dana sebesar Rp. 130.000.000,- ini kata dia berjudul Perancangan Alat Penjerap Logam Berat Cu dan Zn Menggunakan Adsorben Dari Limbah Cangkang Kepiting Dalam Menunjang Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)”.
Diketahui, penelitian ini diketuai oleh Dr. Atus Buku, S.T., M.T. dari PS. Teknik Mesin, dan beranggotakan Rosalia Sira Sarungallo, S.T., M.T. dosen dari PS. Teknik Kimia dan Prof. Dr. Petrus Peleng Roreng, S.E., M.SI., AK dosen dari PS. Akuntansi. Penelitian ini juga melibatkan pakar senior dari bidang Kimia Organik yaitu Prof. Dr.Ir. Tjodi Harlim.
“Kajian ini merupakan upaya tim peneliti UKI Paulus Makassar dalam menjawab permasalahan lingkungan yang marak terjadi akhir-akhir ini seiring dengan berkembangnya industri pangan yang meningkat dengan kebutuhan konsumsi pangan dunia,”bebernya.
Masih kata dia, perairan di beberapa daerah telah dilaporkan mulai tercemar oleh logam-logam berat akibat sebagai dampak dari industri, pertanian, rumah tangga, dan sebagainya.
Sementara air bersih sangat diperlukan untuk kelangsungan semua mahkluk hidup sehingga keseimbangan ekosistem lingkungan yang sehat tetap terjaga.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
