Masuk

Dewan Tolak Tambahan Dana Hibah KONI Sulsel Rp2 miliar

Komentar

Terkini.id – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemprov Sulsel, Andi Arwin Azis menyampaikan kepada komisi E DPRD Sulsel bahwa untuk rencana anggaran perubahan APBD 2022 akan melakukan penambahan anggaran senilai Rp2 miliar untuk KONI Sulsel.

“Pada anggaran anggaran APBD pokok KONI sebesar Rp6 miliar dan pada perubahan dapat tambahan sebesar Rp2 miliar rupiah sehingga anggaran hibah pada perubahan APBD menjadi Rp8 miliar lebih,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Anggota komisi E DPRD Sulsel, Selle KS Dalle menegaskan bahwa, soal tambahan dana hibah KONI harus perlu dipertimbangkan terlebih dahulu karena menurutnya dalam struktur kepengurusan KONI ada yang mengundurkan diri secara terbuka dan berharap ini buka gejolak gunung es karena adanya persoalan internal didalam kepengurusan.

Baca Juga: Pansus Ranperda Pendirian Perseroan Terbatas Sulsel Andalan Energi Kunjungan Kerja ke Jawa Barat

“Mohon maaf kami tidak setuju soal tambahan anggaran dana hibah untuk KONI jika tidak ada hubungannya dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov),” tegasnya.

Perlu dikaji dan sependapat dengan legislator lainnya jika tidak ada hubungannya dengan Porprov maka tidak akan disetujui karena tuan rumah Porprov kabupaten Sinjai dan Bulukumba masih kekurangan anggaran.

“Saya kira kalau hanya untuk 2 miliar untuk Porprov ini sangat kurang karena kebutuhan anggaran untuk dua kabupaten tuan rumah lebih dari itu. Jadi ini harus perlu betul menjadi perhatian apalagi pengakuan dari Dispora tidak pernah dilibatkan soal Porprov. Hanya dilibatkan jika mau penambahan anggaran,” ucapnya.

Baca Juga: DPRD-Pemprov Sulsel Teken Persetujuan APBD Tahun 2023

Anggota komisi E DPRD Sulsel dari Dapil Bulukumba dan Sinjai, Anwar Purnomo menyampaikan bahwa dirinya memang sejak awal prihatin karena Porprov tahun periode lalu yang diadakan di Pinrang mendapat anggaran Rp10 miliar.

Sementara untuk tahun ini Pemerintah Provinsi pada APBD 2022 menganggarkan hanya Rp5 miliar dua kabupaten tuan rumah Bulukumba dan Sinjai.

“Saya menganggap ada kemunduran apalagi ini sekarang sulawesi Selatan sedang dalam pemulihan ekonomi dan pemulihan olahraga pasca pandemi. seharusnya Pemprov lebih serius untuk menambah anggaran karena Rp5 miliar bukan hanya untuk pelaksanaan Porprov ternyata dana itu digunakan oleh KONI untuk musprov kemudian pelantikan pengurus KONI,” jelasnya.

Oleh karena itu, setelah dirinya mengikuti rapat pembahasan pada hari ini hanya ada ada katanya penambahan 2 miliar yang diusulkan oleh Dinas pemuda olahraga dari KONI dan menurut saya jika itu untuk penambahan anggaran Porprov maka masih sangat kurang karena pada saat ini belum tahu kondisi sudah menghabiskan berapa dana yang 5 miliar.

Baca Juga: Berdayakan Imam Masjid dan Keluarga, Gubernur Sulsel Serahkan Dana Hibah Rp500 Juta

“Tentunya saya selaku anggota Komisi representasi masyarakat Bulukumba dan Sinjai sangat kecewa akan hal ketidak seriusan Pemprov apalagi ini agenda provinsi Sulawesi merupakan event besar dan Pemprov Sulawesi Selatan harus menyukseskan kegiatan kalender tahunan Pemprov dalam hal olahragaan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Pemprov Sulsel, Andi Arwin Azis menyampaikan bahwa pihaknya dinas pemuda dan olahraga dan TGUPP telah mendorong KONI untuk memaksimalkan penggunaan anggaran Rp5 miliar untuk kegiatan Porprov tapi pada kenyataannya ada dipakai diluar dari kegiatan Porprov oleh KONI.

Sebagian anggaran tersebut digunakan untuk kegiatan Musprov, pelantikan pengurus KONI dan operasional untuk bayar gaji staf yang tidak lagi ada ketersediaan anggarannya sehingga anggaran 5 miliar digunakan untuk hal tersebut. Tapi penggunaan dana hibah sudah ada pada Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang mengatur peruntukan anggaran 5 miliar tersebut.

“Jadi Kalau tidak konsisten melakukan NPHD maka menjadi tanggung jawab mutlak dari pengguna anggaran ,” tegasnya.

Terkait dengan Dengan adanya tambahan Rp2 miliar ini sebenarnya dibutuhkan untuk ditambahkan dengan catatan harus betul-betul kebutuhan Porprov karena tidak ada alasan untuk penambahan dana hibah lagi karena penambahan dana hibah hanya satu kali setahun sehingga pihaknya juga meminta penjelasan kepada KONI.

“Sesungguhnya untuk pelaksanaan Porprov kami tidak pernah dilibatkan dan tidak pernah diundang rapat. Jadi untuk sisa anggaran 5 miliar untuk Porprov ko belum tahu pasti juga berapa sisanya setelah digunakan anggaran untuk peruntukan pelantikan pengurus dan musprov dan biaya operasional,” jelasnya.