Selamat, UKI Paulus Makassar Masuk Penerima Dana Hibah Riset Nasional

Selamat, UKI Paulus Makassar Masuk Penerima Dana Hibah Riset Nasional

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

“Oleh karena itu upaya untuk mereduksi atau menghilangkan logam-logam berat tersebut perlu dilakukan,”imbuhnya.

Salah satu komoditi hasil laut banyak diminati kata Dr. Atus Buku adalah daging kepiting, yang ditandai dengan tingginya permintaan produsen pangan hasil laut ini. 

“Industri pangan yang berbasis hasil laut ini, umumnya yang diolah dalam berbagai bentuk pangan seperti abon dan pengalengan daging kepiting,”jelasnya.

Selamat, UKI Paulus Makassar Masuk Penerima Dana Hibah Riset Nasional
Limbah Kepiting/ ist

Industri pengolahan kepiting menghasilkan limbah padat berupa cangkang/kulit kepiting/capit, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 1 Limbah tersebut mudah sekali busuk akibat mikroba dan bersifat kamba sehingga membutuhkan penanganan yang serius karena dapat menyebabkan lingkungan terganggu/tidak sehat. 

“Oleh karena itu, dibutuhkan suatu upaya untuk memanfaatkan limbah tersebut sehingga tidak mencemari lingkungan, selain itu dapat meningkatkan nilai tambah dari cangkang kepiting tersebut,”tandasnya.

Baca Juga

Dilaporkan juga bahwa dalam limbah cangkang kepiting mengandung komponen biopolimer alami yaitu kitin. 

Kitin melalui proses deasetilasi menggunakan Natrium Hidroksida (NaOH) akan menghasilkan kitosan yang berbentuk bubuk. 

Bubuk kitosan ini dapat berfungsi sebagai adsorben yang menyerap logam-logam berat yang terdapat pada air yang tercemar.

Proses penyerapan logam-logam berat tersebut dapat dilakukan dengan cara mengalirkan air secara gravitasi di dalam kolom yang berisi adsorben sehingga diperoleh produk air bebas logam berat. 

Untuk mengaplikasikan metode adsorpsi logam berat, perlu dilakukan perancangan alat yang tepat agar proses penyerapan logam berlangsung secara efektif. 

Dalam hal ini, tinggi adsorben dalam kolom dan diameter merupakan faktor-faktor yang menentukan kinerja kolom adsorben. 

Urgensi penelitian ini adalah merancang alat penjerap logam berat dengan mengoptimasi tinggi unggun dan diameter kolom adsorpsi.  

Dengan tujuan khusus adalah untuk menghasilkan desain alat penjerap menggunakan limbah cangkang kepiting, dengan mengkaji tinggi adsorben dalam kolom dan diameter kolom untuk pengolahan limbah cair yang mengandung Cu2+ dan Zn2+. 

Desain alat penjerap ini dapat juga dibuat untuk diaplikasikan pada pengolahan limbah industri, pertanian dan domestik (pedesaan dan perkotaan), serta untuk mengembangkan penelitian unggulan yang berbasis roadmap penelitian UKI Paulus.

Target Utama dalam Program Hibah Penelitian dari Ditjen Diktiristek 2021 ini adalah menghasilkan model pembelajaran dalam mendukung implementasi MBKM yang sudah mengadopsi kearifan lokal yang bernilai universal.

“Kemudian untuk menghasilkan Ipteks, peralatan atau kebijakan yang berguna sesuai dengan bidang riset pembangunan desa dan keahlian dosen masing-masing; serta menggabungkan kegiatan riset dengan program pembelajaran dalam kegiatan riset dan jurnal,”tutupnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.