Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama bereaksi keras terhadap Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang menyampaikan aturan pelaksanaan tarawih.
Haris Pertama meminta Luhut Binsar Pandjaitan untuk jangan mencampuri ibadah umat muslim.
“Setiap masuk bulan Ramadhan selalu saja begini, urus saja urusanmu yang lain pak, jangan campuri ibadah kami umat muslim,” kata Haris Pertama pada Kamis, 24 Maret 2022.
Haris Pertama khususnya menyoroti pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan bahwa umat muslim boleh melakukan tarawih di rumah ibadah, namun harus telah menerima vaksin booster.
Ia menyinggung apakah orang-orang yang menyikuti ajang MotoGp Mandalika 2022 sebelumnya telah menerima vaksin booster.
- Haris Pertama Minta Denny Siregar Ditangkap: Telah Melecehkan Institusi Polri
- Haris Pertama Heran Kasat Narkoba Terlibat Kasus Narkoba: Piye Toh
- Haris Pertama: Ancaman Mulai Berdatangan dari Orang-orang yang Kritis Terhadap Kasus Pembunuhan Brigadir J
- Deolipa Yumara Dicabut Jadi Pengacara Bharada E, Haris Pertama: Makin Runyam Ini Kasus!
- Pengacara Ungkap Motif Pembunuhan Brigadir J, Haris Pertama: Makin Liar Sekali
“Kemarin di Mandalika apakah sudah booster semua???” katanya.
Di akhir pernyataannya, Haris Pertama juga menyindir posisi Luhut yang sebagai Menko namun ingin mengatur semua urusan.
“Ingat pak, kau bukan PRESIDEN, semua urusan mau kau atur,” katanya.
Dilansir dari berita Detik News, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Pemerintah bakal melakukan pelonggaran untuk salat tarawih.
Kebijakan pelonggaran ini dilakukan menyusul menurunnya angka penularan Covid-19 di Indonesia.
Luhut Binsar mengatakan bahwa pada Ramadan tahun ini, salat tarawih di tempat ibadah diperbolehkan.
“Tarawih boleh,” tegasnya pada Sabtu, 19 Maret 2022.
Kendati demikian, Pemerintah tetap memberikan beberapa syarat prokes, mulai dari haru mencuci tangan, memakai masker, dan telah menerima vaksin Covid-19 hingga dosis ketiga atau booster.
“Kita makanya nanti mau puasa ini supaya semua booster, supaya nanti Ramadan bisa lebih bebas. Kalau tarawih bisa lebih bebas, (barisan) rapat, tapi tangan dicuci, ini (masker) pasang, booster,” katanya.
Selain itu, Luhut mendorong masyarakat untuk lebih tertib dalam melakukan pencegahan penularan COVID-19 selama bulan Ramadan.
“Insyaallah kita bisa aman. Tapi kalau kita nggak disiplin, nanti kita di tengah-tengah Ramadhan naik kan, kita pusing. Jadi kita semua harus saling menjaga,” ujarnya.
Luhut mengungkapkan bahwa saat ini, tren kasus Covid-19 dalam negeri telah menurun, namun di Eropa kembali ada lonjakan jumlah kasus.
Apalagi varian baru dari virus Covid-19 masih ditemukan, misalnya omicron dan deltacron.
“Makanya kita mendorong semua pihak untuk mencegah kenaikan kasus COVID-19 lagi, selama Ramadhan 2022 nanti,” pungkas Luhut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
