Terkini.id, Jakarta – Para Senator AS menyetujui Rancangan Undang-Undang untuk melarang impor dari wilayah Xinjiang China pada hari Kamis 16 Desember 2021. Kecuali produk yang bisa memberikan bukti kalau proses produksinya tidak menggunakan sistem kerja paksa (forced labour).
Amerika Serikat menuduh China melakukan tindakan genosida terhadap etnis Uyghur. Termasuk laporan yang beredar luas oleh kelompok pemerhati Hak Asasi dan jurnalis. Bahwa banyak warga Uyghur yang diduga dipaksa untuk bekerja di pabrik.
Sekretaris Pers AS Jen Psaki mengemukakan bahwa Presiden Joe Biden mendukung tindakan yang diambil. Dimana sebelumnya, dia menolak untuk mengambil sikap pada undang-undang yang lama.
Ini merupakan tindakan terbaru dari serangkaian hukuman AS yang semakin intens terhadap dugaan penyalahgunaan sistemik China pada etnis muslim minoritas di wilayah barat.
Dilansir dari APnews.com pemerintahan Biden juga mengumumkan sanksi di hari Kamis terhadap beberapa perusahaan biotek China, produsen drone, dan entitas pemerintah atas tindakannya di Xinjiang.
- Hoax, Berdar Video di Provinsi Hunan Siang menjadi Gelap Akibat Gerhana
- Cerita Suhardi Dua Bulan di China Mengubah Nasibnya Bersama Huadi Group
- Luhut Sebut Sudah Tahu Gembong Ekspor Nikel ke China
- Amerika Serikat, Rusia, dan China Berkumpul di Makassar, Danny Pomanto: Makassar Jadi Kota Perdamaian
- Warga China Pilih Lawan Cuaca Dingin dan Lonjakan Covid-19
AS menyebutkan beberapa produk seperti kapas mentah, sarung tangan, silikon dan viscose, alat penangkap ikan, dan beberapa komponen energi matahari. Diduga diproduksi dengan sistem kerja paksa.
China dengan tegas menyangkal adanya dugaan pelanggaran di wilayahnya. Tindakan yang diambil China selama ini merupakan perang terhadap terorisme dan gerakan separatis.
Xinjiang merupakan wilayah yang kaya akan sumber daya tambang, daerah pertanian penting, dan sektor industri yang berkembang pesat. Banyak tahanan yang dipindahkan keluar wilayah ini dan dipekerjakan di pabrik-pabrik berbagai sektor.
“Banyak perusahaan telah mengambil langkah untuk membersihkan rantai pasokan mereka. Dan, sejujurnya, mereka seharusnya tidak khawatir tentang undang-undang ini,” ujar Senator Marco Rubio.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
