Sentil Balik Said Didu, Mahfud MD: Penista Agama seperti Kece dan Saifuddin Ibrahim Ditindak, Anda Tak Lihat?

Sentil Balik Said Didu, Mahfud MD: Penista Agama seperti Kece dan Saifuddin Ibrahim Ditindak, Anda Tak Lihat?

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD membantah Muhammad Said Didu yang menilai Pemerintah membiarkan islamofobia.

Mahfud MD menyentil apakah Said Didu tidak melihat pemerintah melalui kepolisian menindak penista agama seperti Kece dan Saifuddin Ibrahim.

Adapun perdebatan ini berawal dari pernyataan Mahfud MD bahwa bukan Pemerintah yang menyebarkan narasi Islamofobia, melainkan individu.

Said Didu lantas menganggap pandangan Mahfud MD itu sebagai pengakuan bahwa memang ada Islamofobia di Indonesia dan dibiarkan oleh Pemerintah.

“Sudah terbantahkan, bahwa Islamophobia memang ada di Indonesia dan sepertinya yang melakukan hal tersebut dibiarkan oleh pemerintah,” kata Said Didu melalui akun Twitter @msaid_didu, seperti dikutip terkini.id pada Rabu, 22 Juli 2022.

Baca Juga

Bersama pernyataannya, Said Didu membagikan berita berjudul “Mahfud soal Islamofobia: Yang Bilang Itu Abu Janda, Bukan Pemerintah”.

Mahfud MD lalu meminta Said Didu untuk membaca lebih dulu pernyataannya dalam berita tersebut.

Ia menegaskan bahwa jika yang dimaksud islamophobia adalah kebencian dan ketakutan Pemerintah thd Islam, maka itu tidak ada.

“Wong umat Islam di Indonesia sudah bebas masuk dalam berbagai lapangan polsosbud dan institusi-institusi Islam tumbuh pesat,” katanya melalui akun Twitter @mohmafudmd.

Mahfud MD lantas mencontohkan narasi-narasi yang selama ini dianggap sebagai islamophobia, seperti menyindir celana cingrang hingga menyebut kadrun.

Ia menegaskan, pihak yang mempersoalkan celana cingkrang serta menyebut istilah kadrun bukanlah Pemerintah.

“Kalau orang bilang celana cingkrang, cadar itu kearaban dan kadrun itu yang bilang bukan Pemerintah tapi kelompok orang terhadap kelompok lain,” katanya.

Namun, Mahfud MD juga menegaskan bahwa jika sindiran terhadap atribut dan juga sebutan kadrun ini disebut islamofobia, maka seharusnya hinaan terhadap umat agama lain juga dianggap fobia.

“Kalau itu dianggap Islamofobia maka ada juga dong Keristenfobia, Hindufobia, Katolikfobia. Ada ‘orang’ yang mengejek ritual Hindu, ada isu Keristenisasi,” jelasnya.

Said Didu lalu meluruskan bahwa dirinya tidak mengatakan Pemerintah sebagai pihak yang islamofobia.

“Prof Moh Mahfud MD bapak sepertinya terlalu defensif padahal saya tdk menyatakan bahwa pemerintah islamophobia tapi mention saya menyatakan bahwa individu yang melakukan islamophobia seperti yang bapak jelaskan dibiarkan oleh pemerintah,” katanya.

Menanggapi pernyataan Said Didu, Mahfud MD membantah Pemerintah membiarkan penistaan agama.

“Itu salahnya. Saya juga bilang yang banyak fobi itu individu. Soal ditindak, Siapa bilang dibiarkan?” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

“Kalau tak melanggar hukum seperti beda pendapat tentang model hijab ya biar saja. Itu polemik, dua-duanya boleg berdebat. Tapi kalau menista agama sepert Kece dan Saifuddin Ibrahim ya ditindak. Anda tak lihat?” lanjutnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.