Terkini.id, Jakarta – PT Pertamina (Persero) disebut memotong gaji karyawan di tengah penerapan work from home (WFH) atau lazim dikenal dengan bekerja dari rumah selama masa pandemi covid-19.
Kebijakan tersebut diprotes oleh para karyawan yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) lantaran dinilai merugikan pekerja.
Kapten Marcellus Hakeng Jayawibawa, Kepala Bidang Media FSPPB mengatakan surat keputusan (SK) terkait kebijakan pemotongan gaji dibuat secara tiba-tiba. Tanpa adanya diskusi secara persuasif.
“Tiba-tiba tanpa komunikasi yang baik kepada pekerja internal, direksi mengeluarkan kebijakan potong gaji kami karena dianggap bekerja dari rumah,” ujar Hakeng dikutip dari cnnindonesia.com Selasa 21 Desember 2021. .
Menurutnya pemotongan gaji perlu didiskusikan terlebih dahulu bersama semua pihak yang terlibat dan yang menjadi objek kebijakan.
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Raih Borong 37 Penghargaan di Ajang ENSIA Award 2025
- PT Pertamina Setor PBBKB 2.2 Triliun Untuk Wilayah Sulawesi
- Pertamina Patra Niaga Sulawesi Laksanakan Program Desa Tangguh Bencana di Maros
- Pertamina Patra Niaga Laksanakan Management Walkthrough, Pastikan Kehandalan Fasilitas di Sejumlah Fuel Terminal di Sulawesi
- Pertamina Perkuat Penggerak Energi Negeri di Makassar
“Ini yang menurut kami penting untuk didiskusikan bersama supaya istilahnya tidak ada disharmonisasi,” jelas Hakeng.
Tapi dia tidak menjelaskan secara pasti sejak kapan SK tersebut diterbitkan dan kapan tanggal pastinya pemotongan diberlakukan.
“Baru keluar suratnya, tapi belum dipotong. Ini bagian internal kami, jadi surat itu tidak bisa saya informasikan, tapi surat itu ada,” jelasnya.
Untuk melancarkan sikap protesnya, FSPPB sepakat untuk menyerukan aksi mogok kerja di tanggal 29 Desember 2021 hingga 7 Januari 2022. Dengan salah satu tuntutannya Menteri BUMN segera mencopot Direktur Utama Pertamina saat ini Nicke Widyawati. Karena tidak bisa mewadahi pekerja dan membawa pertamina lebih baik.
Hakeng berpendapat kebijakan pemotongan gaji karyawan sangat tidak realistis. Sebab kebutuhan karyawan otomatis meningkat, misalnya saja harus membeli tambahan paket data internet ketika bekerja di rumah.
Dan juga selama dua tahun terakhir ini tidak pernah ada kenaikan gaji. Itulah mengapa serikat pekerja perlu komunikasi lebih lanjut dengan pihak direksi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
