Masuk

Erick Thohir Diminta Copot Ahok karena Bikin Gaduh

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menuai protes karena pernyataannya yang diduga membuat kisruh ruang publik. Berbagai kalangan mendesak agar Ahok diberhentikan.

Sebelumnya, Ahok melontarkan ancaman mogok Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) karena pemotongan gaji.

Namun, Komisaris Independen Pertamina Iggi Haruman Achsien menegaskan tak ada pemotongan gaji di perusahaan pelat merah tersebut.

Baca Juga: Ingin Timnas Indonesia Punya Training Center, Erick Thohir: Kalau Perlu Ada Dua, Udara Panas dan Dingin

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai Ahok memang acap kali memberikan pernyataan yang membuat kisruh di ruang publik.

“Termasuk statement terkait ancaman mogok dan gaji karyawan. Tetapi saat ada Ahok justru terlihat makin rumit, bahkan sesama elit di Pertamina terjadi kisruh,” kata Dedi Kurnia di Jakarta, Sabtu 25 Desember 2021, dikutip Terkini.id via WartaEkonomi.

Dia menyarankan agar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir agar mencopot Ahok sebagai Komut Pertamina.

Baca Juga: CEO Barito Putera Dukung Erick Thohir Jadi Ketum PSSI: Beliau Punya Kemampuan Pimpin Sepakbola Indonesia

“Erick Tohir layak mempertimbangkan pencopotan Ahok, tidak perlu khawatir siapa yang berada di baliknya, selama tidak menghasilkan performa yang baik,” jelasnya.

Menanggapi kontroversi tersebut, Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengatakan pernyataan Ahok seringkali melampaui batas yang berujung kontroversi.

Bahkan, Adi Prayitno menyematkan gelar man of controversial pada politisi PDI Perjuangan itu.

“Memang Ahok itu sering kali offside, dan publik sudah terlanjur melihat dia sebagai man of controversial,” ujar Adi Prayitno, Sabtu 25 Desember 2021.

Baca Juga: Didampingi Sederet Artis, Erick Thohir daftar Calon Ketua Umum PSSI

Menurut Adi, Ahok harus bisa memahami apa yang akan disampaikan dan disesaikan dengan kapasitas menyampaikan itu.

“Jadi segala apapun yang dilihat pertama kali terbiasa bikin kontroversi baik dari segi substansi ataupun pola komunikasinya, itu Ahok secara umum,” pungkasnya.