Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mohammad Mahfud MD mengaku santai menghadapi ‘bullying’ yang ia terima dari netizen.
Mahfud mengatakan bahwa ia memilih untuk tetap fokus melakukan kebaikan dan menjalankan tugas-tugasnya sebagai abdi negara.
Dia mengaku tidak memiliki waktu untuk melayani sebagian netizen yang mem-bully dirinya.
Bagi Mahfud, akan tetap ada orang yang mendukung dan juga menyerang saat ia melakukan kebaikan.
“Kita melakukan kebaikan pasti ada yang mendukung, di saat yang sama ada pihak lain yang akan menyerang,” ujar Mahfud, dilansir dari Sindo News.
- Mahfud MD Akan Kirim Tim Untuk Investigasi Dugaan Intimidasi yang Diterima Melki
- Kemeja yang Dipakai Mahfud Md Daftar Cawapres Rupanya Kemeja saat Pilpres 2019
- Megawati Pilih Mahfud MD Pendamping Ganjar, Sandiaga Uno Mengaku Merasa Sedih
- Mahfud MD Ungkap Cerita dan Fakta di Balik Proses Jadi Cawapres Ganjar
- Praktisi Hukum Makassar Sebut Mahfud MD Layak Jadi Cawapres
Hal itu disampaikan Mahfud MD dalam silaturrahmi di peringatan hari ulang tahunnya yang ke-64 yang disele secara virtual dengan MMD Initiative, Kamis, 13 Mei 2021.
Mahfud mengaku tidak perlu membuang waktu melayani bullyan sebab itu adalah sesuatu yang biasa di era kemajuan perkembangan teknologi informasi.
“Memang kita dihadapkan dengan masyarakat yang begitu, didukung dengan perkembangan IT yang tidak bisa kita kontrol. Jadi bagi saya, bullying ya biasa aja,” tutur Mahfud.
Menurut Mahfud, saat ini fokusnya mendedikasikan segenap kekuatan dan kemampuannya untuk kebaikan bangsa dan negara.
“Saya harus terus mengabdikan diri kepada bangsa dan negara selagi saya mampu dan bisa,” tandasnya.
Terlebih, saat ini sangat banyak masalah yang perlu ditangani, misalnya seperti praktik penyimpangan korupsi yang hampir terjadi di semua bidang dan sektor.
Meskipun wewenang yang ia miliki terbatas, Mahfud mengaku bisa berkontribusi dengan memberi contoh yang baik sebagai pejabat bersih.
“Coba sebut bagian mana yang tidak ada penyimpangan, yang tidak ada korupsinya. Tapi karena keterbatasan kewenangan, yang bisa saya lalukan sekurang-kurangnya memberi contoh sebagai pejabat bersih,” kata Mahfud.