Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi menyatakan siap mengikuti barisan ekonom senior, Rizal Ramli untuk memperjuangkan climate justice atau keadilan iklim.
Bahkan, Nicho Silalahi juga siap untuk membentuk organisasi demi melawan pihak-pihak yang merusak alam Indonesia.
“Kupastikan aku siap berjuang dalam barisan bang Rizal Ramli untuk ‘Climate Justice’,” katanya pada Minggu, 14 November 2021.
“Bila perlu kita buat organisasi legalnya untuk melawan para bedebah yang merusak alam negri ini,” tambahnya.
Dilansir dari Yale Climate Connection, keadilan iklim adalah konsep atau gerakan yang berpandangan bahwa perubahan iklim dapat memiliki dampak yang berbeda kepada kelompok dengan status sosial berbeda.
- Bawaslu dan MK Disebut tidak Bisa Selesaikan Dugaan Kecurangan Pemilu, Aktivis ini Ajak Makzulkan Jokowi
- Kekayaan Nicke Widyawati jadi Sorotan, Nicho Silalahi: Yang Dilaporkan Aja Segini!
- Nicho Silalahi Ke Erick Thohir: Kalau Udah Tahu Bodoh Ya Mundur!
- Nicho Silalahi Kritik Keras Pengesahan RKUHP: Selamat Datang Orba Bertopengkan Merakyat
- Puan Maharani Hadiri Muktamar Muhammadiyah, Nicho Silalahi: Buat Apa Kalian Undang!
Kelompok yang dimaksudkan di sini, yakni antara kelompok kaya dan miskin, generasi tua dan muda, dan bahkan antara laki-laki dengan perempuan.
Adapun dampak yang dimaksudkan, termasuk dampak sosial, ekonomi, kesehatan, dan dampak-dampak lain yang ditimbulkan perubahan iklim.
Hal ini sejalan pula dengan yang dikatakan dalam laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa “Dampak perubahan iklim tidak akan ditanggung secara setara atau adil, antara kaya dan miskin, perempuan dan laki-laki, dan generasi tua dan muda”.
Contohnya, masyarakat yang kurang mampu akan terdampak lebih atas perubahan iklim dibandingkan dengan masyarakat kaya.
Namun, di sisi lain, kontribusi masyarakat kaya (misalnya perusahaan besar) terhadap terjadinya perubahan iklim juga bisa lebih tinggi dibandingkan dengan masyarakat miskin.
Sebelumnya, Rizal Ramli menyinggung masalah keadilan iklim ini dalam salah satu cuitannya ketika menanggapi cuitan Pakar Makroekonomi, Hermanto Siregar soal deforestasi dan banjir.
Hermanto mengatakan bahwa luas deforestrasi 5 tahun terakhir melebihi 1/2 luas deforestrasi 12 tahun sebelumnya.
“Artinya, deforestrasi +62 makin parah. Siapa menikmati? Siapa menanggung dampak? Adakah yang bertanggungjawab?” katanya.
Rizal Ramli lalu menanggapi bahwa data yang diungkapkan Hermanto itu semakin menunjukkan pentingnya penegakkan keadilan iklim.
“Wow.. ndak nyangka. Tolong cross check. Semakin perlu menegakkan ‘Climate Justice’ (Keadilan Iklim), mereka yang merusak lingkungan tapi rakyat yang terkena dampaknya (banjir, suhu yang semakin panas, panen yang merosot, polusi dll),” katanya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
