Siapkan 15 Ribu Alat Swab, Pemkot Makassar Target Zona Kuning Covid-19 di Akhir Tahun

satgascovid19
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, Agus Djaja Said.

Terkini.id, Makassar – Pemeritah Kota Makassar menarget zona kuning Covid-19 di akhir tahun. Sebab itu, pemeritah kota terus melakukan intervensi untuk menurunkan angka kasus penularan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, Agus Djaja Said menuturkan pihaknya sudah menyiapkan 15 ribu alat Swab atau tes usap. Rencananya alat tersebut akan dibagikan pada 47 Puskesmas.

“Kita berusaha untuk ke zona kuning untuk bulan Desember. Makanya kita kembali masifkan tes swab, itu adalah upaya kita mengendalikan Covid-19,” kata Agus, Kamis, 3 Desember 2020.

Agus menuturkan, tes usap akan dimulai tanggal 10-15 Desember mendatang. Sementara tes akan dilakukan melalui dua tahap.

“Tahap pertama 7000 alat tes akan difokuskan untuk mencari kasus. Sementara sisanya akan dipakai untuk melacak hasil dari tahap pertama,” ungkapnya.

Menarik untuk Anda:

Sementara, Penjabat Wali Kota Makassar, Rudy Djamaluddin mengatakan, saat ini, pihaknya lebih memperketat pengawasan di kawasan yang berpotensi menyebarkan virus seperti di fasilitas publik.

“Tentu selalu yang terpenting bahwa kita harus mengupayakan protokol kesehatan semakin ketat, sehingga tadi kami meminta teman-teman satpol PP selaku ujung tombak penindakan untuk betul-betul melakukan pengawasan Protokol Kesehatan,” ungkap Rudy.

Menurut Rudy, upaya pemerintah dalam menggeliatkan kembali sektor ekonomi harus dibarengi dengan pengawasan protokol kesehatan yang ketat. Tidak boleh ada pelonggaran.

“Tentu semakin banyak kita gerakan ekonomi kita, berarti akan semakin banyak orang beraktivitas di luar. Di satu sisi meningkatkan potensi. Nah tentu kita tidak ingin potensi ini lantas berubah menjadi kluster baru,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Gelar Webinar Nasional, El-Hummasa Bahas Peran Desa Sebagai Miniatur Negara

BPBD Makassar Terjunkan Personel dan Distribusikan Bantuan akibat Gempa Sulbar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar