Terkini.id, Jakarta – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean melontarkan sindiran terhadap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Ferdinand Hutahaean meminta agar Anies Baswedan jangan hanya bisa banyak bernarasi dan berbicara saja.
Ia meminta mantan Menteri Pendidikan itu untuk menjelaskan Formula E dan menunjukan bahwa dirinya memang bersih.
“Coba jelaskan dululah soal Formula E, tunjukkan kau bersih sprt narasimu ini!!” katanya pada Kamis, 23 September 2021.
“Jangan banyak narasi hiperbolik ngebacot doang!!” sambungnya.
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Anies Baswedan Sebut Kabar Dirinya Maju di Pilgub Hanya Pengalihan Isu
- Cek Fakta: Benarkah Relawan Anies Baswedan Temukan Kotak Suara Tak Tersegel di Kota Makassar?
Ferdinand mengatakan hal itu sebagai respons atas penjelasan yang disampaikan Anies usai memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi.
Seperti diketahui, ia dipanggil sebagai saksi dalam dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul pada Selasa, 21 September 2012.
Melalui akun media sosialnya, Anies pun mengucapkan rasa syukur dan bahagianya karena bisa terus membantu tugas KPK.
“Siang tadi memberikan keterangan untuk membantu KPK dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi terkait dengan sangkaan kasus korupsi di Perumda Pembangunan Sarana Jaya,” katanya.
Anies lantas menceritakan bahwa sebelumnya, ia telah beberapa kali turut membantu kerja-kerja KPK.
“Misalnya, di tahun 2013 bertugas sebagai Ketua Komite Etik KPK. Lalu tahun 2009, bertugas sebagai Anggota Tim-8 yang ditunjuk oleh Presiden,” ungkapnya.
Di samping itu, kata Anies, saat ia bertugas sebagai rektor, kampusnya menjadikan Mata Kuliah Anti Korupsi sebagai mata kuliah yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa.
Menurutnya, kampusnya ketika itu adalah kampus pertama dan satu-satunya di dunia yang menjadikan Anti Korupsi sebagai Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), bukan sekadar mata kuliah pilihan.
Anies mengatakan, semua itu adalah bagian dari ikhtiar mereka dalam kapasitas apapun untuk terus menerus mendukung usaha memerangi korupsi.
“Termasuk, untuk membantu KPK dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi,” katanya.
Terakhir, ia juga berharap keterangan dan penjelasan yang ia sampaikan aaat diperiksa KPK bermanfaat serta bisa ikut membantu menuntaskan proses penegakan hukum yang sedang berlangsung.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
