Sindir JK, PDIP: Kenapa Ada Ambulans PMI Saat Demo Kadrun

Terkini.id, Jakarta – Politisi PDIP, Dewi Tanjung kembali menyindir wakil presiden RI ke-10 dan ke-12 yang juga merupakan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla atau yang akrab disapa JK.

Lewat cuitannya di Twitter, Kamis 18 Februari 2021 kader PDIP ini menduga JK sebagai ketua PMI terlibat aksi demo anarkis yang selalu mengganggu pemerintahan Presiden Jokowi.

“Pak JK anda Ketua PMI kan Pertanyaan saya kenapa setiap ada Demo anarkis bikin Gaduh Negara dan selalu mengganggu Pemerintahan Jokowi selalu ada ambulance PMI? Apakah itu ada hubungannya dengan anda?” cuit Dewi Tanjung.

Baca Juga: Diduga Sindir Puan, Eko Kuntadhi: Pemimpin Bukan di Medsos tapi...

Menurutnya, sebagai ketua umum PMI JK harusnya tahu mengapa setiap demo kadrun ambulans PMI selalu hadir di lokasi demo.

“Sebagai ketua harusnya anda Tau kenapa ada ambulance PMI saat demo Kadrun,” tutur Dewi Tanjung.

Baca Juga: Jika JK Bantu Anies di Pilpres, Pengamat: Ormas Islam Ikut...

Pada cuitan sebelumnya, politikus PDIP ini juga menyebut JK telah berdosa kepada rakyat Indonesia.

“Pak JK anda Tau tidak Dosa anda kepada Rakyat dan negara ini?” kata Dewi Tanjung.

Ia pun lantas menyinggung soal kepulangan Mantan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

Baca Juga: Dinilai Adu Domba Jokowi dan Mega, Rocky Gerung Dikritik PDIP:...

Menurutnya, mantan pejabat negara yang ikut membiayai kepulangan Rizieq Shihab lebih jahat.

“Lebih Jahat lagi ada Mantan Pejabat negara ikut membiayai memulangkan Rizik sihab untuk demo membuat kegaduhan di negara ini karena kepentingan pribadi,” ungkap Dewi Tanjung.

Oleh karenanya, kata Dewi Tanjung, seharusnya mantan pejabat negara seperti itu juga ditangkap polisi.

“Harusnya mantan pejabat negara seperti ini di Tangkap Polisi!” tegasnya.

Kicauan yang dilontarkan Dewi Tanjung tersebut menanggapi pernyataan JK soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta kepada rakyat agar lebih aktif mengkritik pemerintah.

Dalam cuitannya itu, Dewi Tanjung juga membagikan foto tangkapan layar artikel pemberitaan berjudul ‘JK: Bagaimana Caranya Kritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi?’ yang dimuat situs Detik.com.

Diketahui, nama Wapres RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) menjadi sorotan sejumlah pihak usai menanggapi pernyataan Presiden Jokowi yang meminta masyarakat lebih aktif mengkritik pemerintah.

JK mempertanyakan bagaimana caranya agar masyarakat bisa mengkritik pemerintah tanpa harus dipanggil polisi.

“Walaupun dikritik berbagai-bagai beberapa hari lalu, Bapak Presiden mengumumkan silakan kritik pemerintah. Tentu banyak yang ingin melihatnya, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi seperti yang dikeluhkan oleh Pak Kwik atau siapa saja. Tentu itu menjadi bagian daripada upaya kita semua,” kata Jusuf Kalla.

JK pun meminta PKS sebagai partai oposisi untuk melaksanakan kewajiban kritik itu. Hal itu harus dilakukan agar fungsi kontrol terhadap pemerintah terus berjalan.

“Dan PKS sebagai partai yang berdiri dalam oposisi dan itu mempunyai suatu kewajiban untuk melaksanakan kritik itu dalam kehidupan balancing agar terjadi kontrol oleh pemerintah. Tanpa kontrol terhadap pemerintah, maka demokrasi tidak berjalan,” ujarnya.

Bagikan