Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Silidaritas Indonesia (PSI), Mohammad Guntur Romli melontarkan sindiran keras kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengenai persoalan macet.
Guntur Romli menilai bahwa Anies Baswedan tidak bisa bekerja dan hanya mampu berkata-kata secara terus-menerus.
Ia juga menyindir bahwa Anies Baswedan tidak mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi kemacetan dan malah menjalankan program lain yang berujung masalah.
“Karena kamu Anies Baswedan gak bisa kerja, cuma nyerocos saja,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter resminya pada Jumat, 28 Januari 2022.
“Tidak ada kebijakan pembatasan kendaraan pribadi, tidak ada penambahan moda transportasi umum, tapi malah bikin sumur-sumur resapan yang amburadul, bikin balapan Formula E yang hambur-hamburin duit,” sambungnya.
- Abu Janda Jadi Penjilat Prabowo, Guntur Romli Sebut Tidak Ada Makan Gratis
- Guntur Romli Sentil AHY Soal G20: Dia ini Dangkal Komennya
- Guntur Romli Sindir Buzzer Anies, Capres Nasdem Itu Dianggap Caper ke Gibran Buntut Tak Dapat Restu dari Jokowi
- Guntur Romli, 5 Alasan Koalisi Anies Baswedan Gagal Deklarasi
- Jusuf Kalla Sebut Semakin Anies Baswedan Direndahkan Maka Akan Semakin Populer
Bersama pernyataannya, Guntur Romli membagikan berita berjudul “Anies: Pindah Ibu Kota Tak Akan Ada Efeknya pada Kemacetan Jakarta”.
Dilansir dari berita CNN Indonesia tersebut, Anies Baswedan mengatakan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim) tidak akan menghilangkan kemacetan di Jakarta.
Pasalnya, menurut Anies Baswedan, kemacetan Jakarta selama ini terjadi karena aktivitas masyarakat umum.
“Jadi tidak akan ada efeknya pada kemacetan di Jakarta, karena kemacetan di Jakarta itu oleh kegiatan rumah tangga, kegiatan dunia usaha, so it doesn’t make that difference,” ujarnya dalam tayangan video di kanal Youtube Pemprov DKI Jakarta, Kamis, 27 Januari 2022.
Anies Baswedan melanjutkan bahwa terlepas dari statusnya sebagai IKN, Jakarta akan tetap melayani berbagai kegiatan masyarakat.
Oleh sebab itulah, ia menilai bahwa pemindahan IKN tidak akan berpengaruh terhadap kemacetan yang disebabkan oleh kegiatan masyarakat ini.
“Jakarta sebenarnya ada ibu kota atau tidak ada ibu kota ya kita tetap harus melayani kegiatan bisnis, tetap kita harus melayani kegiatan rumah tangga, tetap aja itu, karena dalam prakteknya Jakarta itu tidak banyak melayani kegiatan pemerintah pusat,” ujar Anies Baswedan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
