Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad (YM) menyindir orang yang malah tambah mengecangkan volume toa saat diprotes secara baik-baik.
Ia menyindir bahwa vampir saja bisa insecure (tidak percaya diri) melihat tingkah orang-orang seperti ini.
Hal ini disampaikan Yusuf Muhammad melalui akun Twitter pribadinya pada Sabtu, 27 Februari 2022.
Ia mengatakan bahwa zaman dulu, masyarakat masih hidup dengan harmonis tanpa adanya perngeras suara.
Namun, menurutnya, ada pihak-pihak yang malah semakin bersikap garang dalam beragama usai ada pengeras suara.
- Anies Baswedan Ganti RSUD Jadi Rumah Sehat Untuk Jakarta, Yusuf Muhammad: Bisa Disingkat RSJ
- Dokter Tifa Sebut Anies Genggam 85 Persen Suara Muslim jika Putrinya Berjilbab, Yusuf Muhammad Sindir Begini
- Ada Penonton Tersungkur saat Pembatas Tribun JIS Roboh, Yusuf Muhammad: Gabener Firaun Selalu Saja Bawa Petaka
- Pembatas Tribun JIS Roboh, Yusuf Muhammad: Jangan-Jangan Ini Trik Supaya Bisa Keluar Anggaran Lagi?
- Yusuf Muhammad: Gubernur 212 Sudah Panik hingga Nekat Gunakan Jurus Mabuk untuk Selamatkan Diri
“Zaman dulu blm ada toa, belum ada mic tapi aman-aman saja, ayem-ayem saja,” kata Yusuf Muhammad.
“Zaman sekarang ada toa malah semakin gahar,” sambungnya.
Host 2045 TV ini mencontogkan bahwa ada orang yang malah semakin mengencankan toa saat diprotes baik- baik oleh tetangga yang memiliki bayi.
“Ada tetangga protes baik-baik karena lagi punya bayi sering dibikin kaget, eh besoknya malah volumenya dikencengin,” kata Yusuf Muhammad.
“Begitu kah caramu beragama?” sambungnya.
Yusuf Muhammad menyindir bahwa orang-orang seperti ini mengaku beriman, namun cara beragamanya malah semakin menyeramkan.
“Ngakunya beriman, tapi semakin ngaku paling beriman malah cara bergamanya semakin menyeramkan,” kata Yusuf Muhammad.
“Vampir aja bisa inscure melihat tingkah kalian,” sambungnya.
Sebagaimana diketahui, perkara toa masjid kembali ramai diperbincangkan usai Kementerian Agama mengeluarkan peraturan untuk mengatur penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.
Aturan ini menuai pro dan kontra di tengah masyarakat dan hingga kini masih ramai dibicarakan.
Salah satu yang mengkritik adalah politisi PKS, Jazuli Juwaini. Ia menilai Kementerian Agama tidak perlu mengatur-atur soal kumandang azan melalui pengeras suara secara rigit.
Ia menilai bahwa aturan ini seolah-olah mengesankan bahwa tanpa adanya pengaturan tersebut, akan timbul masalah besar di tengah-tengah masyarakat.
“Kumandang adzan melalui pengeras suara ini sudah bertahun-tahun menjadi kearifan umat Islam di Indonesia,” kata Jazuli Juwaini.
“Umat lain hidup berdampingan dengan adzan dan penuh toleransi,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
