Terkini.id, Jakarta – Mantan Menteri Kehutanan (Menhut) era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), MS Kaban melontarkan sindiran kepada Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
MS Kaban menilai bahwa di bawah kekuasaan Presiden Jokowi dan juga partai-partai pendukungnya, kehidupan berbangsa semakin memburuk seiring berjalannya waktu.
“Semakin berlalu waktu, kehidupan berbangsa semakin buruk,” katanya melalui akun Twitter @MSKaban3 pada Kamis, 21 Oktober 2021.
“Ini adalah prestasi leadership pemerintahan PYM Presiden Jokowi juga parpol pendukung,” tambahnya.
Politisi Partai Ummat itu menyebutkan beberapa hal yang menurutnya menjadi indikator bahwa kehidupan berbangsa semakin memburuk di bawah Pemerintahan Jokowi.
- Luruskan Sesat Pikir Faisal Basri, Septian Hario Ungkap Mengapa Investasi Tiongkok Mendominasi RI
- Ekspor Nikel Rugi Menurut Faisal Basri, Deputi Investasi Kemenko Marves: Keuntungannya 12 Persen
- Bandingkan Kepemimpinan SBY dan Jokowi, Warganet: Dulu Era SBY, Didemo Hampir Setiap Bulan Tapi Ekonomi Tumbuh
- Faisal Basri Yakin Sebentar Lagi Pemerintahan Jokowi Menyerah, Netizen: Omongan Bapak Gak Ada yang Benar
- Soal BLT Minyak Goreng, Faisal Basri Sebut ini Kebodohan Pemerintah: Perilaku Masyarakat Rusak
Ia menilai bahwa berbagai indikator ekonomi telah menunjukkan sinyal rapor merah atau tanda bahaya.
“Investasi serap pembiayaan ribuan triliun, kok pengangguran meroket. Aneh tapi nyata,” kata MS Kaban.
Ekonom Senior, Faisal Basri sebelumnya juga turut menyampaikan kritik soal kondisi perekonomian Indonesia di bahwa kepemimpinan Jokowi.
Menurut Faisal Basri, pertumbuhan ekonomi nasional di era Presiden Jokowi terus menurun sejak awal menjabat pada 2014 silam.
Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi virtual bertajuk “7 Tahun Pemerintahan Jokowi: Ekonomi Meroket atau Nyungsep” pada Rabu, 20 Oktober 2021.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia itu dari 8 turun 7 persen, era Pak SBY 6 persen, era Pak Jokowi itu 5 persen,” ujarnya, dilansir dari Galamedia.
Menurut Faisal Basri, Jokowi telah gagal mengangkat perekonomian nasional sebagaimana janjinya saat kampanye, yakni naik 7 persen setiap tahunnya.
Bedasarkan prediksinya, pertumbuhan ekonomi hingga akhir masa Jokowi di tahun 2024 hanya berkisar 4,5 persen.
“Jadi pendek kata, Pak Jokowi tidak mampu mewujudkan janjinya 7 persen rata-rata setahun. Turun terus sampai 2024, konsisten menurun,” kata Faisal Basri.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
