Sindiran Telak ke Musni Umar: Sekelas Rektor dan Guru Besar Ambil Penjelasan tentang ‘Politik’ dari Wikipedia

Sindiran Telak ke Musni Umar: Sekelas Rektor dan Guru Besar Ambil Penjelasan tentang ‘Politik’ dari Wikipedia

R
Resty

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Khazanah Gus Nadirsyah Hosen (GNH) menyoroti tulisan Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Musni Umar yang mengambil referensi definisi “politik” dari Wikipedia.

“Memang repot sekelas Rektor dan Guru Besar mengambil penjelasan ttg “Politik” dari Wikipedia. Tanpa rujukan literatur ilmu politik,” katanya melalui akun Twitter @na_dirs pada Selasa, 26 Oktober 2021.

“Sebagai sosiolog, apa Om Musni Umar sudah mendefinisikan “umat Islam” yang dia maksud dalam tulisannya belum? #GGMU Glory Glory Musni Umar,” tambah Khazanah GNH.

Adapun tulisan disoroti adalah sebuah opini yang diterbitkan Musni Umar di Arahjaya.com dua hari yang lalu.

Opini itu berjudul “Akhiri Ketikadilan, Umat Islam Harus Resmi Masuk Pemerintah: Sebuah Pelajaran Dari Turki”.

Baca Juga

“Menurut Wikipedia, politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional,” tulis Musni Umar dalam artikel tersebut.

Bukan hanya opini tersebut, Khazanah GNH juga menyoroti “Pidato Pengukuhan Prof. Dr. Musni Umar, SH., M.Si., Ph.D Menjadi Guru Besar Sosiologi bertajuk ‘RAKYAT KITA’”.

Ditelusuri Terkini.id dari tautan link yang dibagikan oleh Khazanah GNH, naskah pidato Musni Umar itu memang banyak mengutip dari Wikipedia Ensiklopedia Bebas.

“Kalau skripsi saja bakal dicoret pembimbing gara-gara referensinya dari Wikipedia, bagaimana dengan Orasi Ilmiah Pengukuhan Guru Besar yang 50% referensinya berasal dari Wikipedia? Bagaimana Om GGMU?” kata Khazanah GNH.

Di kolom komentar, banyak netizen yang turut mengkritik Musni Umar dan mempertanyakan status “Guru Besar” ia miliki.

“Om Musni Umar kenapa selalu bertingkah begini? Profesor, guru besar ini gimana cerita asal-usulnya. Om Musni Umar tolonglah jangan injek-injek kemuliaan profesor, guru besar dengan cara begini,” kata @AkuS***.

“Beneran ada ternyata profesor kek gini. Bahkan aku semester 1 jenjang sarjana aja udah dilarang menggunakan Wikipedia. Bukan tidak sah, tetapi harus menggunakan sumber yang lebih terpecaya. Jadi wajar kalo sekelas Prof masih bisa termakan hoax,” kata @4rd***.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.