Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menilai bahwa hingga kini, Formula E belum juga memiliki kejelasan, padahal sudah menelan banyak biaya.
Yusuf Muhammad pun menyindir bahwa ini adalah sebuah karma akibat jualan ayat dan mayat.
Ia mengatakan ini khususnya saat merespons berita bahwa penentuan lokasi sirkuit Formula E berpotensi diundur karena membutuhkan kajian panjang.
“Sudahlah jangan banyak retorika dan alasan. Ini proyek pencitraan unfaedah buat bancaan!” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitter pribadinya pada Selasa, 14 Desember 2021.
“Mending KPK RI segera tentukan siapa saja tersangkanya! Uang sudah keluar ratusan milyar tapi gak ada kejelasan. Maju kena mundur kena! Karma hasil jualan ayat dan mayat!” sambungnya.
- Anies Baswedan Enggan Tanggapi Soal Rencana Pemindahan Sirkuit Balapan Formula E
- Heru Budi Tidak Permasalahkan JIka JakPro dan Ancol Gelar Formula E Tahun Depan
- Tanggapan Anies Baswedan Soal 'Kekuatan Tangan Tak Terlihat' di Kasus Formula E yang Menjeratnya
- KPK Berubah Sikap Tak Jadi Buka-Bukaan Kasus Formula E Anies Baswedan, Ada Apa?
- Anies Baswedan Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Formula E, Berikut Klarifikasi KPK
Dilansir dari berita Kompas yang dibagikan Yusuf Muhamamd, Ketua Pelaksana Jakarta E-Prix 2022, Ahmad Sahroni mengatakan bahwa ada potensi penentuan sirkuit Formula E kembali diundur.
Ahmad Saroni menyebut, penentuan sirkuit yang semula ditargetkan Desember 2021 bisa saja diundur menjadi Januari 2022.
“Bisa demikian (sesuai jadwal Desember 2021) bisa (juga) Januari (2022), karena agak panjang dikajinya,” katanya pada Senin, 13 Desember 2021.
Sahroni menjelaskan bahwa potensi pengunduran penetapan sirkuit ini disebabkan oleh kajian yang mendalam dari pihak Formula E Operation dan Federasi Otomotif Internasional (FIA).
Katanya, saat ini, panitia pelaksana Formula E di Jakarta tinggal menunggu hasil kajian yang saat ini dikaji.
“Menunggu hasil dari FIA dan FEO kami,” ungkapnya.
Sekedar catatan, penundaan pemilihan lokasi sirkuit Formula E ini bukan pertama kalinya terjadi.
Sebelumnya, penundaan pernah diungkapkan Managing Director Formula E Jakarta, Gunung Kartiko.
Ketika itu, Gunung mengatakan bahwa sirkuit akan ditentukan pada Oktober 2021.
“Nanti FEO akan datang untuk survei Oktober ini, mapping semua, kemudian dibuat homologasi baru nanti dapat sertifikat, dan baru akan ditentukan yang bagus alternatif 1 atau 2,” katanya pada 6 Oktober 2021.
Namun, Gunung sempat mengoreksi pernyataannya dan menyebut lokasi akan ditetapkan akhir November 2021.
Lalu, pada November, Alberto Longo yang merupakan Co Founder Formula E mengatakan bahwa pihak FEO akan mengkaji lima opsi lokasi sirkuit yang akan diputuskan sebelum Natal.
“Sebelum Natal sudah diumumkan,” kata Alberto pada Rabu, 24 November 2021.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
