“Hanya saja edukasi tentang makna tulisan lontara yang masih sangat minim dipahamkan kepada peserta didik,” sebutnya.
Ia menilai Dinas Pendidikan bisa melakukan inovasi dengan pemakaian baju batik lontara dikemas dengan tulisan lontara yang berbeda-beda pada setiap sekolah.
“Diperkuat dengan edukasi oleh Bapak/Ibu guru perihal maknanya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Makassar mencanangkan penggunaan baju adat bagi siswa SD dan SMP tiap awal bulan sebagai upaya melestarikan budaya lokal.
Program ini sekaligus dinilai menjadi implementasi dari penerapan revolusi pendidikan yang dicanangkan pemerintah setempat.
- Wali Kota Makassar Salurkan Seragam, Tumbler, Tas ke 135 Siswa SD
- Penguatan Literasi di Kalangan Siswa SD Melalui Pendampingan Membaca dan Menulis
- Waspada, Siswa SD di Jeneponto Nyaris Diculik, Modusnya Begini
- Tangis Ibu Guru SD Saat Tahu Muridnya Dikira Malas Tidak Sekolah Ternyata Rindu Dibangunin Mendiang Ibunya
- Upaya Berantas Stunting, Pemkot Makassar Ajak Siswa SD Jajan Sehat
“Saya canangkan setiap tanggal 1 tiap bulannya para siswa berbaju adat,” kata Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto beberapa waktu lalu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
