Soal Formula E, Politisi Demokrat: Ketololan Guntur Romli karena Ketidaktahuan akan Pentingnya Kajian Infrastruktur

Soal Formula E, Politisi Demokrat: Ketololan Guntur Romli karena Ketidaktahuan akan Pentingnya Kajian Infrastruktur

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Demokrat, Taufik Rendusara menanggapi politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Guntur Romli yang menyindir keras terkait sirkuit Formula E yang belum juga ditentukan karena masih membutuhkan kajian panjang.

Taufik Rendusara menyindir keras bahwa Guntur Romli tolol sebab tak tahu akan pentingnya kajian infrastruktur yang utuh dan menyeluruh.

Ia menyinggung bahwa biaya infrastruktur balapan merupakan salah satu pos pengeluaran terbesar sehingga membutuhkan kajian.

“Ketololan Guntur Romli karena ketidaktahuannya akan pentingnya kajian Infrastruktur dilakukan secara utuh dan maksimal,” kata Taufik Rendusara melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 15 Desember 2021.

“Karena biaya infrastruktur balapan merupakan salah satu pos pengeluaran terbesar,” sambungnya.

Baca Juga

Sebelumnya, Guntur Romli mengkritik bahwa Formula E telah menelan biaya ratusan miliar, namun ternyata kajian untuk penentuan sirkuit saja belum rampung.

Ia menilai bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini Gubernur Anies Baswedan telah menghambur-hamburkan uang rakyat.

“Uda habis ratusan miliar, ternyata kajiannya belum, duit rakyat DKI dihambur-hamburin buat ginian,” kata Guntur Romli pada Selasa, 14 Desember 2021.

“Pantes bangun JIS dan TIM pinjem duit ke pesat. Makin terungkap kebodohan Anies Baswedan,” sambungnya.

Selain menyindir Guntur Romli mengenai pentingnya kajian infrastruktur, Taufik Rendusara juga menyindir soal Fraksi PSI DPRD Jakarta.

Ia mempertanyakan apakah Guntur Romli telah menanyakan soal Formula E kepada Fraksi PSI di DPRD DKI Jakarta.

Pasalnya, Taufik Rendusara menilai bahwa Formula E sejatinya juga merupakan produk dari DPRD DKI yang di dalamnya ada Fraksi PSI.

“Ente udah tanya ke partai ente sendiri? Atau sudah nanya tapi kader PSI yang jadi dewan di DPRD gak bisa jelasin?” kata Taufik Rendusara.

“Formula E itu produk PERDA. PERDA itu ‘produk’ DPRD DKI Jakarta. DPRD DKI itu ada nama: Fraksi PSI Jakarta. Sampai sini ada pertanyaan?” lanjutnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.