Singgung Isu FPI Teroris, YLBHI: Habib Rizieq Semacam Musuh Negara

Terkini.id, Jakarta – Ketua Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhamad Isnur mengatakan bahwa eks pentolan FPI, Habib Rizieq Shihab (HRS) seolah-olah seperti musuh negara.

Hal ini dinilai oleh Isnur dengan melihat proses persidangan yang menjerat Habib Rizieq.

Isnur menyampaikan hal ini pada awalnya menanggapi beredarnya isu FPI yang dikaitkan dengan terorisme.

Baca Juga: Habib Rizieq Tersenyum di Balik Jeruji, Ade Armando: Kata Siapa...

Seperti yang diketahui, publik sempat digemparkan dengan beredarnya video pengakuan terduga teroris yang ditangkap di daerah sekitar Jakarta.

Isnur mengatakan bahwa ada semacam propaganda yang mengarahkan FPI dan Habib Rizieq ke agenda terorisme.

Baca Juga: Lebaran Tanpa HRS dan Munarman, Ketum PA 212: Saya Sedih...

“Ada pengiringan propaganda seolah-olah orang ini bersalah banget, untuk mengaitkan FPI sebagai agenda terorisme dan itu menjadi legitimasi untuk menggiring FPI dan Habib Rizieq,” ujar Isnur, dikutip oleh terkini.id dari Suara.com, Minggu, 11 April 2021.

Lebih lanjut, Isnur mengomentari mengenai proses persidangan Habib Rizieq.

“Bagi seseorang tersangka atau terdakwa, lazimnya itu adalah tidak menceritakan banyak hal tentang kepentingan dirinya,” ujar Isnur.  

Baca Juga: Unggah Foto Habib Rizieq di Bui, Politisi PSI: Tampaknya Bahagia,...

“Lazimnya itu kalau maling dia tidak akan panjang lebar bercerita di publik, bagaimana dia maling, tujuan dia mencuri, dan kenal dengan siapa, itu lazimnya seperti itu sebenarnya,” tambahnya. 

Ia pun menilai bahwa dengan sejumlah kasus yang menjerat Habib Rizieq dengan alur sidang seperti itu tak membuatnya heran.

Isnur kemudian berpendapat, dengan diperlakukannya Rizieq seperti itu seolah-olah Habib Rizieq adalah musuh negara.

“Dalam hal ini kan HRS seperti musuh negara seolah-olah ya, jadi dimungkinkan proyek-proyek seperti itu. Makanya buzzer punya korelasi, biasanya kalau ada berita ini didukung oleh buzzer atau media-media tertentu. Operasi itu menjadi biasa dilakukan,” pungkasnya.

Bagikan