Terkini.id, Jakarta – Pemerintah lewat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal Moeldoko mengatakan bahwa isu bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) dimunculkan untuk kepentingan tertentu.
Menurutnya, tidak mungkin isu tersebut muncul tiba-tiba ke publik tanpa adanya kepentingan tertentu.
“Tidak mungkin datang secara tiba tiba (isu PKI). Karena spektrum itu terbentuk dan terbangun tidak muncul begitu saja,” ujar Moeldoko lewat siaran persnya kepada media, Kamis 1 Oktober 2020.
“Jadi jangan berlebihan sehingga menakutkan orang lain. Sebenarnya bisa saja sebuah peristiwa besar itu menjadi komoditas untuk kepentingan tertentu,” tambahnya.
Isu kebangkitan PKI, kata Moeldoko, bisa dilihat dari dua tujuan yakni untuk menimbulkan kewaspadaan yang menentramkan atau kewaspadaan yang menimbulkan ketakutan.
- LPM Penalaran UNM Tuntaskan PMP-OMK Ke-29 di Bissoloro
- SALAMA Jangkau 18.090 Anak, BPBD Makassar Perkuat Budaya Sadar Bencana Sejak Dini
- Seleksi Pimpinan BAZNAS Makassar Libatkan BAZNAS RI, Pemkot Pastikan Berjalan Objektif dan Transparan
- Satgas Ops Pekat Polres Jeneponto Tangkap Dua Pencuri Cengkeh, Hasil Curian Dipakai Beli Sabu
- Ramadhipa Raih 9 Poin di Jerez, Jaga Peluang Perebutan Gelar Moto3 Junior
Ia mengatakan, semestinya setiap tokoh masyarakat berupaya mengedepankan tujuan untuk menentramkan masyarakat, bukan malah menakut-nakuti.
Terlebih, kata Moeldoko, saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19. Ia mengatakan semestinya setiap pemimpin berempati di masa sulit seperti ini.
“Kalau saya memilih, kewaspadaan untuk menenteramkan. Yang terjadi saat ini, menghadapi situasi saat ini apalagi di masa pandemi, membangun kewaspadaan yang menenteramkan adalah sesuatu pilihan yang bijak,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
