Terkini.id, Jakarta – Soal Omicron di Bekasi yang dibantah Kemenkes, para ahli malah yakin sudah masuk Indonesia! Heboh terkait kabar varian Omicron atau virus corona varian baru B.1.1.529 ditemukan di Bekasi akhirnya dibantah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Kemenkes sendiri menegaskan, sampai saat ini belum belum terdeteksi dan ditemukan ada kasus varian Omicron yang terkonfirmasi di Tanah Air.
“Kami belum menemukan. Sampai saat ini pemerintah masih menggencarkan whole genome sequencing,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, dr Maxi Rein Rondonuwu saat dihubungi wartawan melalui pesan singkat, Rabu 8 Desember 2021.
Kendati demikian, para pakar meyakini varian Omicron tidak mustahil diam-diam sudah masuk Indonesia tanpa terdeteksi. Lemahnya genome sequencing saat ini, ditambah makin longgarnya pintu masih lintas negara, membuat para pakar makin yakin sudah ada kasus Omicron meski tak terdeteksi.
Menurut ahli epidemiologi Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, seperti dilansir dari detikcom, Kamis 9 Desember 2021, menyebutkan sangat mungkin varian Omicron sudah masuk ke Indonesia dan negara Asia lainnya. Menurutnya, hasil surveilans genomic yang rendah malah memperkuat dugaan varian tersebut telah masuk.
“Kemungkinan varian ini sudah ada atau terdeteksi setidaknya satu-tiga (kasus). Itu tentu ada ya, karena pertama kalau bicara ketika varian ditemukan, iya bukan berarti pada hari itu dia benar-benar baru muncul, kan nggak seperti itu,” ungkap Dicky saat dihubungi pada Selasa 30 November 2021 lalu.
Ia menambahkan, kemungkinan besar varian Omicron sudah terlebih dulu menyebar sejak dua hingga tiga pekan sebelumnya. Makanya, hal itu menambah potensi varian ini sudah menyebar ke banyak negara, termasuk Indonesia.
Sementara itu, juru bicara RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr Tonang Dwi Ardyanto menilai, belum adanya laporan virus Omicron bukan berarti Indonesia bebas dari varian tersebut. Ia meminta masyarakat agar tetap waspada.
“Yang belum melaporkan, bukan berarti bebas dari kasus Omicron. Bisa saja karena belum berhasil mendeteksi. Seperti Arab Saudi, Amerika Serikat, Australia itu berhasil mendeteksi,” beber Tonang saat dihubungi pada Kamis 2 Desember 2021.
Dosen Fakultas Kedokteran UNS itu mengatakan, masyarakat tidak perlu memikirkan seberapa ganas varian tersebut namun ia meminta seluruh pihak wajib melakukan antisipasi.
Ia mengingatkan, cara pencegahan penyebaran Omicron tidak berbeda ketimbang varian sebelumnya. Ia menyarankan pengetatan protokol kesehatan, terutama mobilitas antarnegara.
“Kepada pemerintah, jangan pernah bosan mengingatkan untuk protokol kesehatan, terutama cuci tangan dan pakai masker. Selain itu, mobilitas antarnegara harus diwaspadai,” imbau Tonang.
Seperti diketahui, per 29 November 2021 lalu, pemerintah menutup sementara masuknya warga negara asing (WNA) dari negara yang sudah mengkonfirmasi varian Omicron seperti Afrika Selatan, Botswana, Hongkong, dan negara yang secara geografis berdekatan dengan negara-negara tersebut.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
