Masuk

Soal Penipuan Binary Option, Pengamat Ekonomi: OJK Terlambat Memberikan Literasi Pada Masyarakat

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Akhir-akhir ini kita melihat di masyarakat ramai pembicaraan persoalan penipuan platform trading binary option, seperti Binomo, Quotex, Olymp Trade dan sebagainya.

Alasan mengapa platform binary option ramai dibicarakan adalah karena banyaknya korban yang melapor telah merugi ratusan juta hingga miliaran rupiah akibat mengikutsertakan dirinya pada platform tersebut.

Penipun Trading Binary Option (Kompas.com)

Kita patut bertanya, mengapa banyak masyarakat menjadi korban dari platform binary option ini?

Baca Juga: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Beberkan perkembangan di Indonesia

Menurut pengamat ekonomi Yanuar Rizky, penyebabnya adalah kurangnya literasi yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada masyarakat mengenai investasi yang benar.

“Peran edukasi konsumen yang dijalankan oleh OJK menurut saya terlambat sekali dalam hal ini memberikan literasi kepada masyarakat banyak bagaimana investasi yang benar secara tata kelola” Tegasnya dalam kanal YouTube tvOneNews, dilihat pada Selasa, 15 Maret 2022.

Selain peran OJK, pemerintah juga dituntut untuk melihat masalah platform binary option ini.

Baca Juga: Penguatan UMKM, OJK Regional 6 Sulampua Sebut Tembus 2,1 Juta

Pemerintah jangan hanya mencarikan solusi dengan menutup platform trading yang dianggap ilegal, tetapi solusinya harus lebih kritis dan struktural.

 Solusinya bisa berupah kenaikan upah untuk pekerja, memberikan jaminan kesehatan dan pendidikan gratis bagi masyarakat, memberikan keselamatan kerja, jam kerja yang normal, dan hal-hal lainnya.

Jika pemerintah tidak memberikan solusi struktural ini, yakin dan percaya walaupun pemerintah menghentikan platform-platform ilegal ini, akan ada platform-plaftorm lain yang sejenis akan hadir.

Pada akhirnya lagi-lagi masyarakat akan tetap terjebak dan memainkan binary option, karena kondisi kehidupannya mengharuskan dia memainkan itu untuk bisa tetap memenuhi kebutuhan hidupnya!.