Makassar Terkini
Masuk

Korban Binary Option Terus Bermunculan, Polri Akhirnya Buka Hotline Pengaduan!

Terkini.id, Jakarta – Terkuaknya kasus binary option yang melibatkan crazy rich palsu Indra Kenz dan Doni Salmanan menimbulkan banyak korban dan hingga kini korban binary option terus bermunculan.

Korban binary optin terus bermunculan dan tak tanggung-tanggung, kerugian yang dialami korban mencapai puluhan juta rupiah hingga ratusan juta rupiah.

Terkait banyaknya korban binary option yang terus bermunculan, mengakibatkan polri bergerak dengan cepat.

Polri akhirnya membuka hotline pengaduan khusus bagi para korban binary option.

Dilansir dari kanal Youtube Bisniscom yang di unggah pada Jumat, 18 Maret 2022, polri membuka hotline layanan khusus bagi para korban binary option.

Polri berharap dengan adanya layanan khusus ini para korban bisa lebih mudah melapor dan kejahatan binary option bisa dihentikan.

Layanan khusus pengaduan kasus robot trading dan binary option ini dapat diakses melalui pesan WhatsApp di nomor 0812-1322-7296.

“Akses hotline ini dibuka untuk para korban kasus robot trading dan binary option. Korban yang berdomisili dimanapun, baik Jakarta maupun di daerah bisa melaporkan mulai hari ini,” ucap Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigjen Whisnu Hermawan, dikutip dari kanal Youtube Bisniscom yang dilihat pada Sabtu, 19 Maret 2022.

Selain melalui pesan WhatsApp, masyarakat yang menjadi korban juga dapat melaporkan melalui platform media sosial Instagram dengan akun         @posko_robotrad_binary_option_dittipideksus.

Saat ini Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) menangani sejumlah kasus penipuan melalui platform binary option dan robot trading.

Seperti binomo dengan tersangka Indra Kenz. Kemudian, FBS, Viral Blast Global, Mark AI, Evotrade, FAHRENHEIT, FIN888, dan DNA.

Dalam kasus binary option, dua affiliator, Indra Kenz dan Doni Salmanan telah diamankan oleh Kepolisian dan harta dari kedua tersangka tersebut telah disita.

Kepolisian menyita harta dan aset Indra Kenz dengan nilai total Rp 57,2 miliar yang berupa Mobil Tesla model 3, Ferrari California, Lamborghini Huracan 580 Spyder, Rolls Royce Phantom Coupe, 4 rumah mewah, dan 4 rekening atas nama dirinya.

Sedangkan  Doni Salmanan, kepolisian berhasil menyita sejumlah aset miliknya dengan total mencapai Rp 64 miliar.

Aset tersebut berupa uang tunai Rp 3,3 miliar, 2 rumah mewah di Kota Bandung, tanah 900 meter persegi di Kabupaten Bandung, mobil Porsche 911 Carrera 4s, Lamborghini Huracan, BMW M4, Honda CRV, Toyota Fortuner, dan sejumlah kendaraan roda dua miliknya.