Soal Penundaan Pemilu, Rizal Ramli : Pak Luhut Masih Ngeyel, Ini Kayaknya Menantang Kesabaran Mbak Mega

Soal Penundaan Pemilu, Rizal Ramli : Pak Luhut Masih Ngeyel, Ini Kayaknya Menantang Kesabaran Mbak Mega

R
Cici Permatasari
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim bahwa ada 110 juta orang di media sosial, berdasarkan big data yang medukung wacana penundaan Pemilu 2024.

Menanggapihal tersebut, politikus Rizal Ramli menilai Luhut sedang mencoba menguji kesabaran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

“Teman saya Pak Luhut masih ngotot aja itu, saya lihat dia ngetes, menguju Mbak Mega aja itu. Mbak Mega bilang enggak boleh ada perpanjangan,” ujar Rizal, sebagaimana dilansir dari Cnnindonesiacom. Minggu, 13 Maret 2022.

Rizal mengatakan, meskipun Megawati telah menolak dengan tegas wacana penundaan tersebut, Luhut seperti ingin menguji kesabaran dari Ketua Umum PDIP itu.

“Pak Luhut masih ngeyel, masih keukeuh. Ini kayaknya menantang kesabaran mbak Mega,” tambahnya.

Baca Juga

Ia juga mengatakan bahwa dirinya telah meminta Luhut untuk hati-hati.

“Saya bilang ke Pak Luhut, hati-hati,” ujar Rizal.

Selain itu, Rizal Ramli mengatakan bahwa tidak pernah ada perpanjangan masa jabatan presiden atau penundaan pemilu dalam sejarah Reformasi.

Usai Presiden kedua RI Soeharto lengser pada 1998, BJ Habibie diangkat sebagai presiden. Setahun kemudian, Habibie memilih mempercepat pemilu yang seharusnya berlangsung di 2002.

“Jadi ada contoh, ketika ada pemimpin tidak ada legitimasi rakyat, pemimpin itu mempercepat proses pemilu,” ucap Rizal.

Eropa maupun Jepang pun, katanya, biasa melakukan itu jika ada pejabat tinggi pemerintahan yang mengundurkan diri saat melanggar etika atau berbuat kesalahan.

“Di Eropa biasa banget. Pemimpinnya enggak becus, dipercepat pemilunya,biar dapat pemimpin baru yang bisa nyelesein masalah. Ini malah sebaliknya, diperpanjang,” ujarnya.

Sementara itu, Mega menyindir mereka yang mengklaim Presiden Jokowi ingin mencalonkan diri kembali sebanyak tiga kali.

“Hari ini Pak Jokowi dikocok, berkeinginan katanya untuk tiga periode. Lah yang ngomong itu kepingin sebetulnya. Suatu saat siapa tau dianya bisa jadi ingin tiga periode,” kata Megawati.

Ia juga mengatakan kepada para kader bahwa mereka hanya bisa menjabat dua periode, termasuk sebagai kepala daerah.

“Mau cari kekayaaan, mau cari kekuasaan, mau cari keteranan? berhenti lah. Paling dua periode. Enggak ada lagi. Dua periode. Jangan asal duduk aja. Tugas kalian utama sebagai kader partai adalah memperjuangkan nasib rakyat,” kata Megawati.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.