Terkini.id, Jakarta – Arief Poyuono turut menanggapi polemik wacana impor beras yang belakangan ini ramai diperbincangkan.
Politisi Gerindra tersebut mempertanyakan terkait pihak yang seharusnya disalahkan sehingga ada keputusan impor beras.
Seperti diketahui, banyak pihak yang menyalahkan pemerintah, utamanya Kementerian Perdagangan soal impor ini.
Terlebih, pihak Bulog menolak impor dengan alasan masih ada stok beras.
Namun, Arief mengatakan bahwa alasan terkait stok beras yang tidak terpakai tersebut sebenarnya adalah bentuk kegagalan Direktur Utama Bulog dalam mengelola.
- Program Agroforestry untuk Swasembada Pangan Nasional, Solusi Hentikan Impor Beras
- Sulsel Dikenal Lumbung Pangan Nasional, Justru Impor 70 Ribu Ton Beras
- Sentilan Rizal Ramli pada Megawati: Kok Doyan Banget Pakai Bahasa-Bahasa Slogan
- Duga Mustahil Jokowi Tak Tahu Soal Impor Beras, Warganet: Kok Bisa Orang Ini Menang Pemilu?
- PDIP Minta Menteri Perdagangan Agar Tidak Paksakan Impor Beras dan Garam
“Ini yang salah Bulog apa pemerintah sampe impor beras? Kok Baru Teriak teriak si Dirut Bulog. Memang Bulog enggak kasi data stock buffer beras. Beras engga kepake di Bulog itu alasan klasik membuktikan dirut Bulog Gagal ngelola Bulog,” tulis Arief di Twitter @bumnbersatu pada Minggu, 21 Maret 2021.
Arief membagikan cuitan tersebut bersama tautan artikel berita yang membahas soal penolakan Dirut Perum Bulog pada impor beras.
Budi Waseso, Dirut Perum Bulog menegaskan tidak akan sepenuhnya ikut kebijakan tersebut karena akan menyebabkan anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.
“Kalau pun kami mendapatkan tugas impor 1 juta ton, belum tentu kami laksanakan, karena kami tetap memprioritaskan produk dalam negeri yang sekarang masa panen raya sampai bulan April,” katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI, Senin, 15 Maret 2021, dilansir dari CNBC Indonesia.
Seperti diketahui, aaat ini memang menjadi masa puncak panen raya hingga satu bulan mendatang.
Adapun stok beras di gudang Bulog mencapai 883.575 ton dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 859.877 ton dan beras komersial sebesar 23.706 ton.
Selain itu, Budi Waseso juga berkaca dari pengalaman sebelumnga bahwa beras impor yang cadangan pemerintah tak terpakai sehingga menyusut kualitasnya bahkan rusak.
“Kami sudah lapor ke presiden saat itu, beras impor kami saat Maret tahun lalu (stoknya) 900 ribu ton sisa dari (stok Bulog) 1,7 juta ton, sekian juta ton beras impor. Jadi sudah menahun kondisinya, layak pakai tapi harus di-mix dengan beras dari dalam negeri. Permasalahannya ada kesalahan saat impor lalu, rata-rata taste-nya pera, nggak sesuai dengan taste masyarakat kita, sehingga jadi permasalahan,” katanya.
Akibatnya, Bulog harus putar otak demi mempertahankan kualitas berasnya, setidaknya agar masih layak konsumsi.
Selanjutnya, Budi Waseso juga mengungkapkan bahwa kondisi beras di gudang bulog saat ini kian mengkhawatirkan. Padahal, jumlahnya tidak sedikit, mencapai ratusan ribu ton.
“106 ribu ton itu sudah mulai turun mutu, dan kita sudah ajukan ke Pemerintah dalam rakortas,” kata Buwas.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
