Soal Rizieq, Rudi Valinka: Kalau dalam Penjara Masih Bisa Lakukan Seruan-Seruan Seperti Ini, Lalu Apa Gunanya Penjara?

Soal Rizieq, Rudi Valinka: Kalau dalam Penjara Masih Bisa Lakukan Seruan-Seruan Seperti Ini, Lalu Apa Gunanya Penjara?

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Rudi Valinka menanggapi soal mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab yang menyerukan untuk aksi doa bersama untuk kehancuran semua pihak yang terlibat dalam pembunuhan 6 laskar di KM 50 tol Cikampek.

Rudi Valinka mengatakan bahwa jika dalam penjara masih bisa melakukan seruan-seruan seperti ini, maka apa gunanya penjara.

“Kalo didalam penjara masih bisa lakukan seruan-seruan seperti ini lalu apa gunanya penjara?” kata Rudi Valinka melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 5 Desember 2021.

“Ketika pengikutnya sudah dilabeli senagai ‘Pengawal’ yang dipersenjatai pistol dan sajam maka fungsi santrinya menjadi hilang dan siap dikorbankan untuk berani mati. Kita butuh ketenangan dan damai,” sambungnya.

Dilansir dari Suara, Rizieq Shihab kembali menyampaikan seruan dari balik penjara. Kali ini seruannya adalah untuk menggelar doa bersama pada 7 Desember 2021.

Baca Juga

Dalam seruannya, Rizieq Shihab meminta ulama, pengelola tempat ibadah, sampai lembaga pendidikan Islam serta perkumpulan jamaah untuk berdoa bagi 6 laskar FPI yang meninggal pada tanggal 7 Desember tahun lalu dalam tragedi KM 50 Jalan Tol Jakarta Cikampek.

“Acara haul digelar setelah Maghrib sampai isya dengan diisi dengan Tahlil, Yasin, dzikir & doa bagi para syuhada,” tulis Rizieq.

Selain itu, Rizieq Shihab juga menyerukan doa dan dzikir untuk keselamatan negeri, serta doa untuk kehancuran bagi semua pihak yang terlibat dalam pembantaian 6 laskar di KM 50 tol Cikampek.

“Diserukan kepada segenap Habaib & Ulama, serta Pimpinan Masjid & Musholla, Pesantren & Madrasah, Majelis Dzikir & Ta’lim, Ormas & Perkumpulan, serta Pemukiman & Perumahan, untuk menggelar HAUL 6 SYUHADA secara serentak di tempat masing-masing pada tgl 7 Desember 2021 dari Maghrib sampai Isya, diisi dengan Tahlil, Yasin, Dzikir & Doa bagi Para Syuhada, serta Doa untuk keselamatan Negeri, sekaligus Doa untuk kehancuran bagi semua pihak yang terlibat dalam Pembantaian Sadis & Biadab pada Tragedi KM 50,” demikian bunyi seruan Rizieq.

Sebagai tindak lanjut dari seruan Rizieq Shihab, Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni 212 telah mengeluarkan instruksi kepada jajaran dewan daerah PA 212.

“Menginstruksikan kepada seluruh Dewan Tanfidzi PA 212 di seluruh Indonesia baik provinsi, kota/kabupaten dan kecamatan untuk melaksanakan kegiatan doa bersama untuk 6 syuhada di wilayah masing-masing,” demikian bunyi instruksi PA 212 yang ditandatangani Ustaz Slamet Maarif dan Ustaz Uus Solihuddin.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.