Soroti Keanehan Commitment Fee Formula E, Guntur Romli: Tapi kok Bisa yang Katanya Mantan Komisioner KPK Malah Belain

Soroti Keanehan Commitment Fee Formula E, Guntur Romli: Tapi kok Bisa yang Katanya Mantan Komisioner KPK Malah Belain

R
R
Resty
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohammad Guntur Romli menyoroti beberpa keanehaan terkait pembayaran commitment Fee Formula E.

Ia lantas heran mengapa dengan keanehan-keanehan ini, ada mantan komisioner KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang malah membela Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Guntur Romli menjelaskan di saat ada kota-kota di negara lain yang commitment fee-nya gratis, DKI Jakarta malah harus membayar Rp2,3 triluin.

Tidak sampai di situ, katanya, commitment fee yang harus dibayar DKI Jakarta tiba-tiba turun menjadi hanya Rp560 miliar.

“Bagi yang awam saja sudah menangkap keanehan,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter resminya pada Kamis, 11 November 2021.

Baca Juga

“Tapi kok bisa yang katanya mantan Komisioner KPK malah bela,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, pada Kamis pekan lalu, tim penyidik KPK telah memeriksa beberapa orang untuk diambil keterangan soal dugaan korupsi di ajang balapan mobil listrik Formula E.

Lalu, pada Selasa, 9 November 2021, dua mantan Ketua KPK, Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja menemani Pemprov DKI mengantarkan berkas detail soal Formula E ke Gedung KPK.

Keduanya mengatakan bahwa Pemprov DKI sejauh ini sudah mencoba transparan soal perhelatan Formula E.

Adnan Pandu mengatakan bahwa sikap transparan dan terbuka Pemprov DKI Jakarta ini perlu didukung.

Sementara, Bambang Widjojanto yang merupakan Kepala TGUPP DKI Jakarta bidang pencegahan korupsi mengatakan bahwa dirinya mendorong seluruh dinas dan BUMD yang menangani balap Formula E bersikap transparan dan terbuka.

“Tindakan di atas juga ditujukan dengan harapan agar proses yang tengah dilakukan di KPK segera tuntas dilakukan, sehingga pihak Jakpro dapat lebih fokus untuk memberikan perhatian pada pelaksanaan Formula E,” kata Bambang, dilansir dari Tempo.

Sikap kedua mantan komisioner KPK ini pun tak lepas dari kritik pihak lain, salah satunya dari politikus PDIP, Gilbert Simanjuntak.

Secara blakblakan, Gilbert mengatakan bahwa ia tak menghargai cara Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu yang datang Gedung KPK untuk menyerahkan dokumen Formula E.

Pasalnya, ia menilai bahwa sikap keduanya itu terkesan ingin melakukan lobi ke KPK.

Oleh sebab itu, ia meminta KPK untuk tetap profesional walau ada kehadiran Bambang dan Adnan.

“Namanya TGUPP itu melekat ke gubernur, jadi berlebihan kalau mereka ke KPK, kesannya lobi ke KPK,” ujar Gilbert pada Kamis, 11 November 2021.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.