Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto gerah dengan jaringan utilitas di median jalan yang semberawut. Begitu pun dengan proyek jaringan Instalasi Penjernihan Air dan Limbah (IPAL) yang menyisakan banyak masalah.
Jaringan IPAL, misalnya, dalam pengerjaannya menyisakan kerusakan jalan yang tak langsung diselesaikan oleh kontraktor.
“IPAL inimi, pusing saya sudah,” ujar Danny Pomanto, Minggu, 23 Oktober 2022.
Dia mengatakan persoalan ini sudah berlangsung selama dua tahun. Menurutnya, selama ini masyarakat Makassar sudah cukup bersabar.
“Sudah ta lewa-lewa (keterlaluan), sudah dua tahun, sudah cukup kita sabar, asal-asal,” imbuhnya.
- Appi Temui Danny Pomanto di Momen Lebaran, Sepakat Saling Support Pembangunan Makassar
- Open House Idul Fitri Danny Pomanto Jadi Simbol Toleransi, Tokoh Lintas Agama Bernyanyi Bersama
- Momen Idul Fitri di Karebosi, Danny Pomanto, IAS dan Appi Salat Id Satu Saf
- Mantan Walikota Makassar Danny Pomanto Kenang Sosok Andi Yasir, Figur Pamong Berdikasi
- Evaluasi Motor Sampah Listrik: Munafri Tinjau Ulang Proyek Warisan Danny Pomanto
Danny juga menyoroti kabel udara dari berbagai perusahaan-perusahaan penyedia jaringan yang amburadul.
“Ini masih ada kelurahan yang perkenankan, coba lihat luar biasa semrawutnya. Saya sudah suruh cabut yang nda ada izinyya, tidak tertib ini kota, kacau sekali,” sambung Danny.
Pengamat Tata Kelola Perkotaan, Jaringan Jalan dan Transportasi, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Lambang Basri Said mengatakan, masalah utilitas ini memang harus dikoordinasikan dalam satu atap, kemudian membangun skema jangka panjang yang lebih sistematis.
“Sustainibilitas ini bagaimana bisa berjalan secara berkelanjutan,” ujar Lambang Basri.
Idealnya, kata dia, seluruh jaringan utilitas dibangun di median jalan, di mana jaringan telah disatukan, baik perpipaan, jaringan optik hingga listrik (bawah tanah), kemudian di atasnya dibentuk jalur hijau.
Dalam setiap 200 meter jaringan yang dibangun dalam median ini harus menyeberang ke bahu jalan
“Itu untuk masuk jaringan-jaringan rumah,” kata Lambang Basri.
Acapkali pembangunan-pembangunan di bahu serta trotoar jalan masih memiliki kelemahan. Pasalnya, dalam pelebaran jalan ke depan akan membuat penataan sulit dilakukan.
Ia mengatakan hal Ini yang banyak ditemukan di Makassar, buka tutup jaringan kerap kali dilakukan, membuat jalan-jalan di Makassar banyak yang tak mulus akibat pengerjaan.
Kemudian imbas dari itu adalah dikorbankannya pohon-pohon peneduh.
Padahal, pohon peneduh memiliki fungsi yang sangat signifikan di dalam jaringan jalan. Selain menekan polusi, pohon-pohon di sempadan atau median jalan berfungsi sebagai peredam suara, sehingga tak bisa seenaknya saja dipotong tanpa koordinasi lebih lanjut.
“Jadi boleh ditebang asal ada konpensasinya, di situlah pentingnya koordinasi semestinya,” tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
