Soroti Pejabat Foto di Tengah Banjir, Anggota DPRD Makassar: Foto Doang Selanjutnya Hilang
Komentar

Soroti Pejabat Foto di Tengah Banjir, Anggota DPRD Makassar: Foto Doang Selanjutnya Hilang

Komentar

Terkini.id, Makassar – Legislator DPRD Makassar Nunung Dasniar menyoroti hobi foto pejabat pemerintah kota di tengah bencana banjir, pasalnya setelah itu pejabat tersebut hilang tanpa mempedulikan kesulitan warga yang masih terdampak.

“Di bawah itu (pejabat) hobi foto doang, selanjutnya hilang. Kalau tidak ditegur dan diinfokan kalau warga masih kesulitan, pura-pura amnesia,” kata Nunung Dasniar, Jumat 17 Februari 2023.

Ia pun meminta pemerintah kota memastikan pemenuhan kebutuhan pokok warga yang terdampak bencana banjir tanpa harus membeda-bedakan antara pengungsi yang berada di posko dan warga yang berada di rumah. Pemerintah, kata dia, bisa menggunakan dana hibah bencana.

Sebelumnya, Pemkot Makassar menerima bantuan dana siap pakai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) senilai Rp350 juta.

Adapun rincian dari bantuan yang diterima tersebut berupa logistik senilai Rp100 juta, berupa selimut, matras, beras, gula, serta makanan instan lainnya.

DPRD Kota Makassar 2023
Baca Juga

Sedangkan Rp250 juta berupa dana tunai yang diperuntukkan sebagai dana operasional untuk petugas atau aparat penanganan banjir.

“Minimal berikan mereka 9 bahan pokok buat dapur umum di lokasi yang berdampak dan yang tidak masuk ke pengungsian,” ucapnya.

Terpisah, Kepala BPBD Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin membantah bahwa pihaknya membeda-bedakan antara warga pengungsi di posko resmi dan yang berada di rumah soal pemberian bantuan bahan pokok.

“Bukan membeda-bedakan tapi prioritas ada di titik pengungsian,” tuturnya.

Ahmad Hendra mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada warga yang terdampak banjir agar mau dievakuasi ke titik pengungsian. Hal itu untuk memudahkan penyaluran bahan pokok.

“Sosialisasi kami agar warga mau dievakuasi di titik pengungsian,” sebutnya.

Belum lama ini, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto pun meminta warga untuk berkumpul di pengungsian resmi. Hal itu, kata dia, untuk memudahkan pertanggungjawaban pemerintah saat menyalurkan bantuan.

“Saya mohon maaf kalau harus semua pengungsian resmi. Kalau tidak pengungsian resmi kita susah melayani. Bahkan ada permintaan satu-satu rumahnya, tidak mungkin. Saya imbau yang di rumah ke pengungsian. Kita akan tangani di situ, pertanggungjawabannya jelas,” kata dia.