S&P Kembali Naikkan Peringkat Kredit Indonesia

POsisi peringkat utang Indonesia.(kemenkeu.go.id)

Terkini.id, Jakarta – Lembaga pemeringkat utang S&P menaikkan kembali peringkat utang (rating) Indonesia satu tingkat menjadi BBB, dengan outlook stable.

Sebelumnya pada bulan Mei 2017, S&P telah menaikkan peringkat utang Indonesia ke dalam kategori investment grade di level BBB- /stable yang kemudian di afirmasi kembali pada bulan Mei 2018 pada level yang sama.

Dengan demikian, kenaikan peringkat kredit Indonesia saat ini merupakan suatu capaian yang sangat membanggakan, karena langsung naik dari BBB-/stable menjadi BBB/stable, tanpa melalui BBB-/positive.

Dalam laporannya, S&P menyatakan ekonomi Indonesia secara konsisten lebih baik dari negara-negara peers pada tingkat pendapatan yang sama.
Kenaikan rating S&P merefleksikan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat. Kebijakan Pemerintah telah efektif dalam mempromosikan keuangan publik yang berkelanjutan (sustainable public financed) dan pertumbuhan ekonomi yang seimbang.

Pertumbuhan PDB per kapita riil di Indonesia mampu tumbuh 4,1 persen berdasarkan rata-rata tertimbang 10 tahun, sementara rata-rata pertumbuhan PDB per kapita riil seluruh dunia yang hanya sekitar 2,2 persen.

S&P mengharapkan Indonesia tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi ini di tahun-tahun mendatang.

Selanjutnya, S&P menyatakan peringkat Indonesia juga didukung oleh tingkat beban utang pemerintah yang rendah dan kinerja fiskal yang moderat.

S&P memandang beban utang pemerintah relatif ringan. S&P memproyeksikan rasio utang pemerintah akan stabil selama beberapa tahun ke depan, merefleksikan proyeksi keseimbangan fiskal yang stabil.

Fiskal defisit Pemerintah yang turun di tahun 2018, diharapkan tetap stabil dibawah 2,0 persen selama empat tahun mendatang. S&P juga memproyeksikan net general government debt tetap berada di bawah 30 persen dari PDB, mengingat defisit fiskal dan pertumbuhan nominal PDB yang konsisten.​

Kemudian S&P juga meyakini beban utang luar negeri Indonesia masih sangat aman dikarenakan Indonesia masih sangat menarik bagi Foreign Direct Investment (FDI) serta kuatnya akses Indonesia di pasar keuangan Internasional beberapa tahun belakangan ini meskipun terjadi gejolak dan ketidakpastian.

Kenaikan peringkat utang Indonesia dari S&P pada posisi BBB dengan outlook stable tersebut menunjukkan kebijakan Pemerintah Indonesia selama ini sudah berada pada jalur yang tepat dimana kebijakan defisit diambil untuk memberikan stimulus perekonomian melalui strategi countercyclical dalam rangka mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 5%.

Selain itu, kenaikan ini menunjukkan kepercayaan lembaga internasional dalam hal ini lembaga pemeringkat kredit terhadap kinerja perekonomian Indonesia.

Lebih jauh, kenaikan rating dari S&P ini diharapkan membawa dampak semakin meningkatnya FDI yang akan masuk ke Indonesia.

Komentar

Rekomendasi

Dibatalkan DPR, Pansus Jiwasraya Tinggal Wacana

Perangi Praktek Money Laundering, BI Sulsel Gelar Talkshow

BPK Bongkar Jiwasraya: Laba Tahun 2006 Hasil Rekayasa Akuntansi

Tanpa Kenaikan Iuran, BP Jamsostek Naikkan Manfaat JKK hingga 13 Kali Lipat

Butuh Modal Usaha untuk Bisnis Anda? Ini Solusinya

Dahlan Iskan Sebut 3 Orang di Luar Direksi Jiwasraya Jago Goreng Saham

Masalah Gagal Bayar, Eks Dirut Jiwasraya Juga Hobi Koleksi Harley Davidson dan Mobil Mewah

Kementerian BUMN Bongkar Kasus Jiwasraya hingga Rugikan Negara Rp 13,7 Triliun

BNI Syariah Tuntaskan Pembuatan Akun Rekening Nasabah Difabel di Rumahnya

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar