Balai Gakkum Sulawesi Tangkap Penyelundup Kayu Merbau di Perairan Selayar

Balai Gakkum
Tim Balai Gakkum Wilayah Sulawesi

Terkini.id, Selayar – Tim Balai Gakkum Wilayah Sulawesi melalui Kepala Balai Gakkum menugaskan Kepala Tata Usaha Balai Gakkum Achmad Yusuf beserta jajarannya bekerjasama dengan Satuan Tugas (Satgas) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Sulawesi bagian Selatan berhasil menggagalkan penyelundupan kayu Merbau illegal.

Keberhasilan ini didapat usai mencurigai kapal motor saat melintas di Perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Minggu 21 April 2019.

Kepala Seksi Penindakan 1 Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Arif Yoga Utama mengatakan, kayu merbau diduga ilegal itu diangkut dengan Kapal Motor (KLM) Arjuna Putra 04. Dimana kayu diangkut dari Kepulauan Sula, Maluku Utara tujuan Bira Kabupaten Bulukumba.

“Kapal Motor Arjuna Putra 04 bermuatan Kayu Merbau tersebut diduga tak dilengkapi dengan dokumen pengangkutan antar pulau dan asal usul kayu yang dipersyaratkan, sehingga kapal tersebut dilakukan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan),” ujarnya kepada media, Rabu 24 April 2019.

Dari hasil pemeriksaan, tim gabungan di lapangan, kayu merbau ilegal itu jumlahnya sebanyak 978 keping dengan volume 70,0425 M3 (Kubik).

Kerugian negara capai setengah miliar rupiah

Diperkirakan akibat penangkapan kapal motor bermuatan kayu merbau ilegal tersebut, negara dirugikan senilai Rp 532.323.000. Dimana dikatakan Arif Yoga Utama selaku Kepala Seksi Penindakan 1 Kanwil Bea Cukai Sulsel, per kubik nilainya Rp 7.600.000.

Para pelaku dijerat dengan dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

Untuk saat ini ABK serta Kapal dan ratusan kubik kayu Merbau illegal tersebut, disandarkan ke Pelabuhan Bira, Bulukumba untuk pemeriksaan lebih lanjut diserahterimakan ke Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sulawesi.

Berita Terkait
Komentar
Terkini