Terkini.id, Jakarta – Arya Sinulingga, Staf Menteri BUMN beri peringatan kepada Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dikenal dengan panggilan Ahok yang saat ini menjabat sebagai Komisaris PT Pertamina (Persero).
Peringatan diberikan oleh Arya Sinulingga terkait pernyataan Ahok yang mengatakan bahwa banyak kontrak bisnis BUMN yang rugikan perusahaan pelat merah termasuo Pertamina.
Staf Menteri BUMN itu meminta agar Ahok tidak melakukan hal yang melebihi kapasitasnya sebagai komisaris perusahaan.
Selain itu, dia juga meminta kepada mantan gubernur DKI Jakarta itu tahu mengenai batasan fungsi antara posisi direktur utama dan komisaris.
Ucapan Arya bertujuan agar Ahok tidak menjadi komisaris tapi berasa direktur perusahaan.
- Stafsus Erick Thohir Soal Hacker Bjorka: Hacker Kok Masuk Politik
- Haris Pertama Soroti Percakapan WA Diduga Denny Minta Jadi Komisaris Telkom: Buat Malu Aja!
- Tak Sponsori Formula E, Begini Penjelasan Stafsus BUMN
- Tanggapi Masinton Pasaribu Kritik Kerja Erick Thohir untuk Kampanye, Chusnul: Kritik Menteri yang Kasih Panggung Khilafah
- Angkasa Pura I Terlilit Utang Rp 35 Triliun, Ini Tanggapan Anak Buah Erick Thohir
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga ingatkan Komut Pertamina yaitu Ahok agar tidak berlagak seperti dirut.
“Jangan sampai Pak Ahok ini di Pertamina jadi komisaris berasa direktur gitu. Komut rasa Dirut tuh. Jangan. Harus tahu batasan-batasannya,” terang Arya dikutip dari CNNIndonesia.com pada hari Minggu 28 November 2021.
Sebagai informasi tambahan, Ahok beberapa waktu lalu menyebut banyak kontrak bisnis di BUMN yang merugikan perusahaan pelat merah, termasuk Pertamina.
Hal itu dia sampaikan dalam akun YouTube Panggil Saya BTP pada hari Jumat 26 November 2021.
Ahok marah dengan hal tersebut. Karena, selain merugikan BUMN, kontrak bisnis itu justru menguntungkan pihak lain.
Ahok semakin bertambah geram karena meskipun kontrak itu ia anggap merugikan BUMN, semua itu hanya dianggap angin lalu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
BPK hanya menilai masalah itu hanya persoalan salah bayar atau kelebihan bayar.
“Tapi mungkin Anda terlindungi oknum BPK, tidak ada kerugian kali atau dikatakan cuma salah bayar atau kelebihan bayar mungkin. Tapi kalau saya, pasti Anda saya proses,” ungkapnya.
Menurut Ahok, kontrak yang merugikan BUMN ini terjadi karena direksi yang bersangkutan dijanjikan mendapatkan sesuatu. Salah satunya jabatan di perusahaan swasta setelah keluar dari BUMN tersebut.
“Jadi kadang-kadang mohon maaf, banyak oknum direksi BUMN seolah-olah takut padahal juga maling. Memang ada mens rea-nya tiba-tiba Anda sudah jadi komut (komisaris utama) di swasta,” ucap Ahok.
Tetapi, Ahok sendiri tak menyebut lebih detail kontrak yang merugikan BUMN dan perusahaan pelat merah mana saja yang memiliki kontrak merugikan tersebut
Arya meminta agar sebelum mengeluarkan sebuah pernyataan, Ahok belajar banyak tentang perubahan yang sedang dilakukan Menteri BUMN, Erick Thohir tersebut.
“Kita berharap ke depan Pak Ahok makin banyak nih belajar apa yang sedang dilakukan BUMN, jangan sampai Pak Ahok sebagai Komut ketinggalan kereta,” tandasnya.
Karena, masalah yang diperbincangkan Ahok sebenarnya sudah menjadi perhatian Kementerian BUMN sejak dulu.
Bahkan, Erick Thohir sendiri telah mengingatkan agar proyek di perusahaan pelat merah tidak menjadi sasaran korupsi dan kerja sama antar BUMN dapat memberikan keuntungan satu sama lain.
Hingga saat ini, Arya mengatakan bahwa kementerian sedang menjalankan 5 transformasi yang akan dilakukan seluruh perseroan secara bersamaan.
“Jadi saya bingung juga kalau Pak Ahok nggak paham 5 transformasi yang kita lakukan di BUMN, sebagai Komut itu seharusnya jadi acuan Pak Ahok,” tambahnya.
Referensi: CNN Indonesia
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
