Terkini.id, Jakarta – Memasuki usia kepala lima, kecil kemungkinan bagi seorang perempuan untuk hamil lagi. Hal tersebut dikarenakan di usia tersebut perempuan biasanya telah memasuki masa menopause.
Namun, kisah mengejutkan dialami Maree Arnold, perempuan berusia 54 tahun yang saat ini dikabarkan tengah mengandung calon cucunya sendiri.
Dilansir dari Detik.com, Minggu 21 November 2021, Maree rela melakukan pengorbanan di usianya tersebut demi menggantikan posisi putrinya yang didiagnosis tidak bisa mengandung.
Dikabarkan bahwa anak Maree, Meagan White, terlahir dengan mengidap sindrom MRKH atau Mayer Rokitansky Kuster Hauser.
Akibat sindrom tersebut, sejak lahir Meagan tidak memiliki rahim untuk mengandung anaknya sendiri.
- Primaya Hospital Hertasning Luncurkan Primaya Mother Care, Jawab Keresahan Ibu Hamil
- Bumil Baper
- Bertekad Kurangi Angka Stunting, Pemerintah Desa Salassae Bulukumba Serahkan Suplemen Gizi Bagi Ibu Hamil dan Anak-anak
- Ibu Hamil di Palopo Dapat Daging Kurban dari Wali Kota, Paralel dengan Pemberantasan Stunting
- Mak Ganjar Gelar Penyuluhan Untuk Ibu Hamil dan Imunisasi di Sulsel
“Saat remaja, saya menunggu siklus menstruasi saya, tapi itu tidak pernah terjadi. Akhirnya, ibu dan saya pergi ke dokter. Saya didiagnosis menderita MRKH yang berarti saya lahir tanpa memiliki rahim dan tidak akan pernah mengalami menstruasi,” kata Meagan yang dikutip dari The Sun, Rabu 17 November 2021.
“Saya juga tidak pernah bisa mengandung anak. Namun, saya memiliki ovarium yang berfungsi, sehingga saya bisa memiliki anak dengan bantuan ibu pengganti,” sambungnya.
Sebelumnya, Meagan dan suaminya, Clayde (28), sempat mencari ibu pengganti untuk tetap bisa memiliki anak
Hingga akhirnya mereka bertemu dengan Allison asal Kanada pada Januari 2019 dan kemudian melanjutkan transfer embrio.
“Kami pun melanjutkan transfer pertama, tetapi gagal. Pada percobaan kedua, wanita bernama Allison itu hamil pada Desember 2019. Sayangnya, pada Maret 2020 dokter mengatakan bahwa bayi perempuan yang dikandung Allison tidak memiliki ginjal dan tidak bisa bertahan hidup,” jelasnya.
Usai kejadian tersebut, perasaan Maree merasa sedih melihat anaknya. Dia pun berinisiatif untuk membantu. Akan tetapi mengingat usianya yang sudah terlalu tua dan menopause ia pun merasa tidak yakin.
Namun, kabar baik justru datang usai dirinya menjalani pemeriksaan dilakukan berbagai penelitian. Dokter menyatakan Maree masih mampu untuk hamil.
Untuk persiapan awal, dokter memberikan obat untuk membalikkan proses dan menebalkan lapisan rahim Maree saat program kehamilannya.
Hanya saja, usaha tersebut tidak selalu berjalan mulus. Usai 3 kali gagal melakukan transfer embrio, pada percobaan ke-4 barulah Maree berhasil. Bahkan usia kandungannya saat itu sudah mencapai 30 minggu.
Diprediksi bayi dalam kandungan Maree yang merupakan cucunya sendiri itu akan lahir pada Januari 2022 nanti. Maree merasa sangat bahagia akhirnya bisa membantu anaknya itu.
“Saya sangat senang setelah kami melewati 20 minggu pertama. Setelah itu saya benar-benar percaya diri,” kata Maree.
“Ini adalah pengalaman yang istimewa bagi saya dan saya sangat ingin dapat membantu putri saya,” sambungnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
