Terkini.id, Jakarta – Eks Sekertaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menilai belum terlambat bagi Irjen Ferdy Sambo untuk berubah menjadi pahlawan jika berani berkata jujur untuk membongkar kasus besar lainnya.
Terkini.id, Jakarta – Menyusul pernyataan Ketua Harian Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto yang dinilai mendukung Irjen Ferdy Sambo terkait kasus Brigadir J, kini Presiden Jokowi mendapat desakan untuk membubarkan Komisi Kepolisian Nasional atau Kompolnas.
Terkini.id, Jakarta -- Irjen Ferdy Sambo akhirnya mengaku menjadi aktor utama kasus penembakan Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat di rumah dinasnya di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Terkini.id, Jakarta – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siradj memberikan tanggapannya terkait mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo yang ditetapkan sebagai tersangka kasus penembakan Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat.
Terkini.id, Jakarta -- Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Purn Susno Duadji merasa bingung terkait kasus penembakan Brigadir J yang hingga saat ini masih terbengkalai.
Terkait kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J, Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) berharap agar semua orang bisa menahan diri untuk tidak semakin membuat gaduh suasana. Gus Fahrur meminta kasus Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J itu diusut secara objektif. Sebab, dia menginginkan supaya tidak ada fitnah di balik kasus tersebut. "Sejak awal kita sepakat agar ada pengusutan yang mendalam terhadap kasus yang ramai diberitakan saat ini. Kita mendukung Polri bertindak profesional dan mengedepankan objektivitas dalam pengusutan kasus tersebut agar tidak menjadi fitnah," kata Gus Fahrur lewat pesan singkat, Kamis, dilansir dari detiknews pada Jumat 29 Juli 2022. Terkait kasus Brigadir J, Gus Fahrur mengajak semua pihak untuk menahan diri di tengah isu liar yang sedang berkembang. "Ya kita berharap agar semua menahan diri untuk tidak semakin membuat gaduh suasana," ujar Gus Fahrur. Ia menjelaskan bahwa penanganan yang serius akan membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Tak hanya itu, penanganan yang profesional juga akan menutup spekulasi di tengah masyarakat. "Agar tidak terus-menerus menjadi spekulasi dan tanda tanya di masyarakat. Perlu logika yang jelas dan bisa diterima akal sehat," ungkapnya. Sementara itu, Gus Fahrur juga mendukung seruan Presiden Jokowi terkait kasus tersebut agar ditangani secara transparan. Lebih lanjut, ia juga telah berharap rekaman CCTV agar segera dibuka. "Jika mungkin segera dibuka rekaman video CCTV dan hasil autopsinya agar semakin terang," ujar Gus Fahrur.