Makassar Terkini
Masuk

Sebut Ferdy Sambo Bisa Berubah Jadi Pahlawan, Said Didu: Jika Mau Bernyanyi Secara Jujur

Terkini.id, Jakarta – Eks Sekertaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menilai belum terlambat bagi Irjen Ferdy Sambo untuk berubah menjadi pahlawan jika berani berkata jujur untuk membongkar kasus besar lainnya.

Hal itu diungkapkan oleh Said Didu melalui kicauannya di akun media sosial Twitter miliknya @mssaid_didu, Selasa 16 Agustus 2022.

Cuitan Said Didu. (@mssaid_didu)

“Masih terbuka kesempatan bagi Sambo berubah menjadi ‘pahlawan’ jika beliau mau bernyanyi secara jujur terhadap rekayasa apa saja yang pernah dilaksanakan atas arahan atasan dan penguasa,” tulis Said Didu.

Kicauan Said Didu itu sontak menuai beragam reaksi dari para warganet yang membanjiri kolom komentar.

“Keburu didor mati duluan kalau dia nyanyi. Kecuali dia berani teriak-teriak nanti dipersidangan. Dimana ada media dan hakim yang menjadi saksi. Mudah-mudahan aja dia berani bongkar kebusukan mafia-madia polri,” tulis akun @Melvinblarakan.

“Tidak ada kaitannya soal pribadi dengan soal institusi kesatuan, terkecuali soal narkoba atau soal melindungi teroris atau kesalahan bertindak baru ada kaitannya, itukan persoalan pribadi persoalan tiga ta tahta harta wanita,” tulis akun @Nurhadiismail13.

“Jika yakin yang mengusutnya memang bersih dan berniat membersihkan sih iya Pak. Kalau nggak yakin mah bisa nggak karu-karuan. Apalagi motifnya hanya ‘orang dewasa’ yang bisa dengar. Kalau Sambo ada niat jadi JC nanti saja kalau yang mengusut memang bersih dan tidka kusut seperti sekarang,” tulis akun @ych_man.

Seperti diketahui, Irjen Ferdy Sambo telah ditetapkan menjadi tersangka utama kasus penembakan Brigadir J yang tewas di rumah dinasnya di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli 2022 lalu.

Selain Ferdy Sambo, tiga orang lainnya juga telah ditetapkan menjadi tersangka yaitu Bharada E, Bripka RR dan KM yang merupakan sopir pribadi.

Saat ini terdapat 16 polisi, dua diantaranya berpangkat Jenderal yang sedang ditempatkan di Mako Brimob dan Divisi Propam perihak kasus pelanggaran kode etik dan disiplin Polri.

25 personel Polri lainnya setidaknya juga akan diciduk ke sidang kode etik dan disiplin.